Utusan Iran di PBB Menyatakan Blokade AS Sebagai Pelanggaran Kedaulatan yang Serius

Utusan Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, secara tegas mengritik penerapan blokade laut yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran. Ia menyatakan bahwa tindakan ini merupakan pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan dan integritas teritorial negara tersebut. Iravani menandai langkah ini sebagai agresi ilegal yang berpotensi membahayakan perdamaian serta keamanan, baik di tingkat regional maupun internasional.
Dalam surat resmi yang disampaikan pada hari Senin kepada Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, serta kepada Presiden Dewan Keamanan, Iravani mengutuk secara keras tindakan provokatif terbaru yang dilakukan oleh Washington. Pemberitahuan tentang langkah tersebut diumumkan secara terbuka oleh Komando Pusat AS (CENTCOM) pada 12 April.
“Penerapan blokade laut ini adalah pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Republik Islam Iran,” demikian pernyataan Iravani yang dilansir dari presstv.ir, pada Selasa, 14 April 2026.
Dalam suratnya, Iravani menegaskan bahwa tindakan yang diambil oleh AS jelas melanggar Pasal 2 ayat 4 Piagam PBB, yang mengatur tentang larangan penggunaan atau ancaman kekuatan. Ia menggambarkan blokade ini sebagai contoh nyata dari agresi berdasarkan hukum internasional.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa blokade yang ilegal tersebut juga secara signifikan melanggar prinsip-prinsip dasar hukum laut internasional yang diakui secara global.
“Dengan usaha untuk menghalangi lalu lintas maritim menuju dan dari pelabuhan Iran, Amerika Serikat secara ilegal mencampuri pelaksanaan hak-hak kedaulatan Republik Islam Iran serta melanggar hak negara ketiga dan perdagangan maritim yang sah sesuai dengan hukum internasional,” terang surat tersebut.
Iravani dengan tegas menyatakan penolakan dan kecaman Iran terhadap tindakan ilegal yang dilakukan oleh Amerika Serikat.
Ia juga menekankan bahwa Teheran memiliki hak yang tidak dapat terpisahkan, sesuai dengan hukum internasional, untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan dan proporsional demi melindungi kedaulatan, integritas teritorial, serta kepentingan nasionalnya.
Utusan Iran ini mengarahkan perhatian pada tanggung jawab penuh yang harus dipikul oleh Washington. Ia menyatakan bahwa Amerika Serikat harus bertanggung jawab atas tindakan yang melanggar hukum internasional ini, beserta dampak-dampak negatifnya terhadap perdamaian dan keamanan, baik di tingkat regional maupun global.
Menyoroti situasi yang semakin berisiko di kawasan yang sudah tidak stabil, Iravani mendesak Sekretaris Jenderal PBB dan Dewan Keamanan untuk menjalankan peran mereka sesuai dengan Piagam. Ia menyerukan agar blokade AS dikutuk secara tegas, serta meminta tindakan segera dan efektif untuk menghentikan eskalasi lebih lanjut, dan mendorong Washington untuk menghentikan tindakan ilegalnya terhadap Iran.
➡️ Baca Juga: Cek Pasar Tanah Abang, Purbaya Tegaskan Indonesia Aman dari Krisis Ekonomi
➡️ Baca Juga: Startup AgriTech Dapatkan Modal Besar dari SoftBank: Kok Petani Malah Protes?




