MinyaKita Terbatas di Pasar, Bulog Ajukan Permohonan Kuota Tambahan ke Kemendag

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat kelangkaan pasokan MinyakKita di berbagai pasar. Untuk mengatasi masalah ini, Bulog telah mengajukan permohonan tambahan kuota MinyakKita kepada Kementerian Perdagangan.
Rizal menjelaskan bahwa tindakan ini diambil setelah pihaknya melaporkan kondisi ketersediaan MinyakKita kepada Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Langkah ini merupakan bagian dari upaya koordinasi dalam pengendalian pangan nasional.
“Sehubungan dengan kelangkaan MinyakKita, kami telah melaporkan hal ini kepada Pak Mentan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Kami juga telah mengajukan permohonan kepada Kementerian Perdagangan untuk penambahan kuota,” ucap Rizal saat ditemui setelah Rapat Percepatan Realisasi Pendanaan Penyerapan Gabah Setara Beras di kantor Bulog Jakarta pada Selasa, 14 April 2026.
Ia menambahkan bahwa kuota distribusi MinyakKita saat ini masih sangat terbatas dan belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pasar serta program pemerintah secara bersamaan. Sistem distribusi yang berlaku saat ini mengalokasikan kuota sebesar 35 persen dari Domestic Market Obligation (DMO), yang dibagi di antara tiga BUMN pangan dengan rincian 70 persen untuk Bulog, 20 persen untuk ID Food, dan 10 persen untuk Agrinas Palma Nusantara.
Walaupun Bulog memperoleh kuota terbesar, Rizal menyatakan bahwa pembagian ini memaksa Bulog untuk menyusun strategi distribusi yang lebih cermat. Hal ini penting agar kebutuhan pasar dan program bantuan pangan tetap dapat terpenuhi tanpa mengorbankan salah satunya.
Di sisi lain, Bulog juga tengah melaksanakan tugas penyaluran bantuan pangan kepada lebih dari 33 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang datanya diperoleh dari Kementerian Sosial. Bantuan ini mencakup beras serta minyak goreng merek MinyakKita. Kondisi ini menuntut Bulog untuk membagi alokasi MinyakKita antara kebutuhan bantuan pangan dan distribusi pasar dengan seimbang, guna menghindari terjadinya kekosongan pada salah satu sektor.
Ia juga menegaskan bahwa sebelumnya fokus distribusi diarahkan untuk memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Berkat intervensi yang dilakukan, harga sejumlah komoditas pangan selama periode Hari Besar Keagamaan tersebut relatif stabil dan terkendali.
Setelah periode tersebut, Bulog mulai mengalihkan perhatian pada kelancaran penyaluran bantuan pangan sekaligus memastikan pasokan MinyakKita tetap tersedia di pasar. Namun, keterbatasan kuota DMO menjadi tantangan tersendiri karena harus disesuaikan dengan permintaan yang terus meningkat di berbagai daerah.
➡️ Baca Juga: Sekitar 35 Persen Pendatang ke Jakarta Datang untuk Mencari Kesempatan Kerja
➡️ Baca Juga: Cara Efektif Mengelola Waktu Belanja untuk Memperoleh Sayuran Segar Setiap Saat




