Donald Trump Mengatakan Pimpinan Iran Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan Israel dan AS

Pimpinan tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan telah meninggal dunia setelah serangan yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu, 28 Februari 2026. Kabar ini disampaikan secara langsung oleh Presiden AS, Donald Trump, melalui unggahan di akun media sosialnya, Truth.
Ayatollah Khamenei yang berusia 86 tahun disebut sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh namun kontroversial dalam sejarah. Dalam pernyataannya, Trump menggambarkan Khamenei sebagai “salah satu orang yang paling jahat” yang pernah ada.
Meskipun Trump tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai situasi tersebut, sejumlah pejabat keamanan Israel mengonfirmasi bahwa Khamenei tewas sebagai akibat dari serangan udara yang menghantam kompleks tempat tinggalnya di Teheran. Berita ini dilaporkan oleh The New York Times pada Minggu, 1 Maret 2026.
Serangan ini terjadi dalam fase awal operasi militer gabungan yang dirancang untuk menghancurkan program nuklir Iran serta mengurangi kekuatan militer negara tersebut, dengan harapan memicu perubahan pemerintahan. Asap hitam terlihat menjulang dari kompleks Khamenei pada hari serangan, meskipun belum ada kepastian apakah ia berada di lokasi pada saat itu. Sumber-sumber dari Israel menyebutkan bahwa target serangan mencakup sejumlah pemimpin militer dan sipil, termasuk Khamenei.
Dalam pengumumannya, yang merupakan serangan kedua oleh pasukan Israel dan AS sejak Juni 2025, Trump secara terbuka menyerukan kepada rakyat Iran untuk “mengambil alih pemerintahan kalian” setelah operasi selesai. Sebelumnya, ia juga mengajak warga Iran untuk bangkit melawan pemerintah mereka, dengan janji dukungan dari AS setelah demonstrasi besar-besaran anti-pemerintah terjadi pada bulan Desember. Demonstrasi tersebut dipicu oleh krisis ekonomi yang parah, dan berubah menjadi gelombang protes yang menentang sistem teokrasi yang telah ada di Iran selama bertahun-tahun. Seruan yang sebelumnya dianggap tabu, seperti “Matilah Khamenei!”, terdengar di berbagai kota.
Respon dari pasukan keamanan terhadap demonstrasi tersebut sangat keras dan berdarah. Lebih dari 6.800 demonstran dilaporkan tewas, sementara puluhan ribu lainnya ditangkap. Khamenei menuduh Trump menjadi penyebab kekerasan tersebut, menyebutnya sebagai “penjahat” yang secara terbuka mendukung para demonstran dengan janji bantuan militer dari AS.
Sebagai seorang pengikut setia Ayatollah Ruhollah Khomeini, yang memimpin revolusi melawan monarki Iran yang didukung oleh AS, Khamenei dikenal dengan sikapnya yang sangat menentang Amerika Serikat dan Israel. Ia juga menolak nilai-nilai liberalisme Barat dan tetap berpegang teguh pada kebijakan sosial fundamentalis yang telah menjadi ciri khas pemerintahannya.
➡️ Baca Juga: Pentingnya Kesadaran Lingkungan di Kalangan Generasi Muda
➡️ Baca Juga: Rahasia Sukses di Dunia Lingkungan yang Jarang Diketahui



