Jakarta – Kekalahan telak yang dialami DRX World Legends dalam ajang Clash of Legends 2026 menyimpan sebuah kisah emosional bagi Irfan Bachdim. Meskipun timnya harus menelan pil pahit dengan skor 0-3 dari Barcelona Legends, Irfan pulang dengan kenangan yang tak ternilai: jersey milik idolanya, Rivaldo.
Momen berharga ini tercipta setelah pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada malam Sabtu, 19 April 2026. Irfan mengungkapkan kebahagiaannya bisa melakukan pertukaran jersey dengan salah satu legenda sepak bola yang telah menginspirasi mimpinya sejak kecil.
“Izinkan saya berbagi, mimpi saya di dunia sepak bola dimulai berkat Patrick Kluivert saat ia bermain di Ajax. Dia adalah legenda bagi saya. Dan tentu, Rivaldo dan R9 (Ronaldo Nazario) juga menjadi motivasi besar saat saya masih kecil. Jadi, saya sangat bahagia dan merasa terhormat,” ungkap Irfan setelah pertandingan.
Bagi Irfan, pertukaran jersey tersebut bukanlah hal biasa. Dia menegaskan bahwa seragam yang diterimanya adalah match worn, yang berarti benar-benar dipakai oleh Rivaldo selama pertandingan berlangsung. Hal ini merupakan hadiah yang sangat bernilai dalam perjalanan panjangnya mengejar impian di dunia sepak bola.
Pertandingan itu sendiri berjalan cukup berat bagi DRX World Legends. Tim yang diperkuat Irfan harus mengakui keunggulan Barcelona Legends yang menunjukkan permainan lebih efektif sepanjang laga. Rivaldo membuka skor dengan gol sundulan di babak pertama, diikuti dua gol tambahan yang memastikan kemenangan 3-0 untuk tim asal Spanyol tersebut.
Meski gagal meraih kemenangan, Irfan tetap menganggap pengalaman ini sangat berharga. Dia menyatakan bahwa kesempatan untuk bermain bersama para legenda dunia tidak hanya tentang hasil akhir, tetapi juga memberikan pengalaman dan kebanggaan tersendiri.
“Mereka semua sangat baik dan rendah hati. Saya sangat senang bisa bermain bersama dan bertemu dengan mereka,” ujar mantan pemain Bali United tersebut.
Laga yang bertajuk Clash of Legends 2026 ini bukan sekadar pertandingan ekshibisi biasa. Selain menghadirkan nama-nama besar seperti Alessandro Del Piero, Franck Ribery, dan Fabio Cannavaro, pertandingan ini juga menjadi ajang nostalgia yang mempertemukan berbagai generasi dalam satu lapangan.
Bagi Irfan Bachdim, malam di Gelora Bung Karno bukan sekadar tentang kekalahan. Lebih dari itu, ini adalah penutup manis dari mimpi masa kecilnya yang akhirnya terwujud, yaitu bermain, bertemu, dan bahkan bertukar jersey dengan para legenda yang dulu hanya bisa ia saksikan dari layar televisi.
➡️ Baca Juga: Strategi Pelatih Sepak Bola dalam Menyusun Jadwal Latihan Berdasarkan Kapasitas Pemain
➡️ Baca Juga: Strategi Literasi Digital untuk 13 Juta Siswa dan Santri Mendukung Implementasi PP TUNAS
