AI Sebagai Mesin Canggih, Namun Proses Kreatif Tetap Memerlukan Sentuhan Manusia

Jakarta – Kemajuan dalam kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah mendorong perubahan signifikan di berbagai sektor, termasuk dalam ekosistem startup digital.
Di tengah tantangan pendanaan yang semakin ketat, penerapan AI diperkirakan menjadi kunci utama untuk meningkatkan efisiensi sekaligus daya saing. Dalam konteks ini, Telkomsel mengadakan NextDev Summit 2026.
Memasuki tahun ke-11 penyelenggaraannya, acara ini bertujuan untuk mendorong pengembangan solusi digital berbasis AI yang dapat memenuhi kebutuhan nyata masyarakat dan industri.
Abdullah Fahmi, Wakil Presiden Komunikasi Korporat dan Tanggung Jawab Sosial Telkomsel, menyatakan bahwa NextDev merupakan salah satu pilar perusahaan dalam upaya mengembangkan masyarakat digital.
“Pada tahun ini, NextDev memberikan penekanan khusus pada integrasi kemampuan AI dalam setiap proposal program bisnis yang diajukan oleh para peserta,” ungkapnya pada Senin, 13 April 2026.
Ia menambahkan bahwa AI bukan sekadar tren teknologi, tetapi merupakan alat penting yang dapat meningkatkan efisiensi dari segi waktu dan biaya operasional.
Dengan penerapan AI, diharapkan startup dapat mempercepat proses pengembangan dan validasi produk, serta memberikan kontribusi ekonomi yang lebih luas.
“Indonesia memiliki banyak talenta yang sangat berpotensi. Dengan dukungan signifikan dari pemerintah, potensi digital kita bisa terus berkembang,” jelas Fahmi.
Sementara itu, Ahmad Ridha Sabana, Utusan Khusus Presiden untuk UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Digital, menekankan bahwa NextDev telah melahirkan banyak talenta hebat di Indonesia.
“Teknologi AI adalah hal yang tidak bisa dihindari, tetapi jangan menjadikannya sebagai sumber utama kreativitas, karena AI hanyalah mesin canggih yang dapat mempercepat berbagai proses kerja kita. Proses kreatif, terutama pemilihan ide awal, tetap harus berasal dari kita sebagai kreator. Jangan pernah takut untuk gagal,” tegasnya.
NextDev Summit 2026 menyatukan sepuluh technopreneur terbaik dari berbagai kota di Indonesia. Setelah melewati proses pitching dan penilaian juri, technopreneur bernama Tax Point dari Tabanan, Bali, terpilih sebagai Best of The Best NextDev ke-11.
Startup ini menawarkan solusi layanan konsultasi pajak yang responsif dan terjangkau, dengan dukungan ahli bersertifikasi, sehingga membebaskan klien dari kerumitan administratif terkait pajak.
Sementara itu, startup bernama Epployee dari Bandung, Jawa Barat, berhasil meraih posisi Runner Up dengan solusi ekosistem HRIS (Human Resource Information System) berbasis Cloud dan AI dalam satu platform.
➡️ Baca Juga: Raksasa Otomotif Pangkas 50.000 Pekerja hingga 2030, Apa Penyebabnya?
➡️ Baca Juga: Timnas Indonesia Targetkan Pertandingan Melawan Tim yang Gagal Lolos Piala Dunia 2026




