Mayat Wanita Ditemukan di Jaktim, Berikut Kronologi Penemuan dan Penyebabnya

Jakarta – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya telah merilis rincian mengenai penemuan mayat seorang wanita di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan darah yang telah mengering.
Pihak kepolisian, melalui Kasubdit Reserse Mobile (Resmob) Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Resa Fiardi Marasabessy, mengungkapkan bahwa peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 04.30 WIB.
Mayat wanita yang diidentifikasi sebagai DA, berusia 36 tahun, ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di sebuah kontrakan yang terletak di Jalan Daman I, RT 008 RW 002, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, pada hari Sabtu, 21 Maret 2026, jelas Resa.
Menurut keterangan dari saksi, yaitu ibu korban yang berinisial B, insiden ini berawal pada pukul 03.00 WIB. Saat itu, saksi datang ke lokasi kontrakan, yang merupakan tempat kejadian perkara (TKP), dan mendapati pintu kontrakan terkunci dari dalam.
Saksi lainnya, yang merupakan kakak korban dengan inisial A, kemudian tiba di lokasi untuk memeriksa keadaan DA. Keduanya berhasil masuk ke dalam rumah dan mendapati korban tergeletak di lantai dalam kondisi mengenaskan, dengan darah yang telah mengering di lantai dan kasur.
Resa menambahkan bahwa kunci pintu kontrakan diketahui dipegang oleh korban dan mantan suami sirinya berinisial F, yang merupakan seorang warga negara asing asal Iran.
Berdasarkan penjelasan saksi A, pada Kamis, 19 Maret, DA sempat datang ke rumah untuk meminjam sepeda motor. Selain itu, saksi lain yang merupakan ketua RT berinisial N, melihat suami korban berinisial F melaksanakan sholat subuh di Masjid Al Ikhlas pada Jumat, 20 Maret.
Lebih lanjut, Resa menjelaskan bahwa Polres Metro Jakarta Timur telah melakukan olah tempat kejadian perkara pada pukul 05.30 WIB, dan ditemukan luka sayatan di leher korban yang menambah keseriusan kasus ini.
Korban telah dibawa ke Rumah Sakit Polri untuk dilakukan pemeriksaan visum guna mengungkap lebih lanjut penyebab kematiannya, ungkap Resa.
Saat ini, penyelidikan kasus ini masih berlangsung, dan pihak kepolisian telah memeriksa sembilan orang saksi untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait peristiwa ini.
➡️ Baca Juga: Serangan DDoS di Asia-Pasifik Melonjak 245 Persen, Sasar Lembaga Keuangan!
➡️ Baca Juga: Tersangka Perusakan Hutan Lindung Ditangkap di Papua Barat




