PM Pakistan Tegaskan Peran Presiden Iran Sebagai Fasilitator Perundingan Perdamaian yang Tulus

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menegaskan bahwa Islamabad akan terus berkomitmen penuh untuk mendorong perdamaian dan keamanan di kawasan, dengan dukungan dari mitra dan sahabatnya.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sharif dalam sebuah percakapan telepon yang berlangsung selama 45 menit dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada hari Minggu, 20 April 2026. Ia memuji sikap konstruktif yang ditunjukkan oleh pejabat Iran dalam pembicaraan dengan Jenderal Asim Munir, Kepala Angkatan Darat Pakistan, yang diadakan di Teheran.
Sesuai dengan keterangan yang dirilis oleh kantor Perdana Menteri Pakistan, Sharif dan Pezeshkian membahas secara mendetail mengenai situasi terkini di kawasan.
PM Sharif juga memberikan penjelasan kepada Presiden Iran terkait pertemuannya yang baru-baru ini dengan pemimpin Arab Saudi, Qatar, dan Turki. Ia menyatakan bahwa interaksi tersebut sangat signifikan dalam membangun kesepakatan untuk mendukung proses dialog dan diplomasi yang berkelanjutan, dengan tujuan menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di wilayah yang tengah dilanda konflik.
“Saya menggarisbawahi kepada Presiden Pezeshkian bahwa Pakistan, dengan dukungan dari mitra dan teman-temannya, tetap berkomitmen untuk berperan sebagai fasilitator yang jujur dan tulus dalam upaya mencapai perdamaian dan stabilitas regional,” ungkap PM Sharif.
PM Sharif juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, serta kepada Presiden Iran, atas pengiriman delegasi tingkat tinggi yang dipimpin oleh Ketua Parlemen, Mohammad Baqer Qalibaf, dan Menteri Luar Negeri, Abbas Araghchi, ke Islamabad untuk melakukan pembicaraan dengan para negosiator Amerika pada tanggal 11-12 April.
Dalam pernyataannya, Presiden Iran Pezeshkian menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Perdana Menteri Pakistan dan Angkatan Darat atas komitmen yang kuat dari Islamabad dalam upaya menciptakan perdamaian. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan hubungan antara kedua negara.
Sebelumnya, Araghchi dan rekannya dari Pakistan, Muhammad Ishaq Dar, juga telah berdiskusi mengenai perkembangan terbaru di kawasan melalui telepon.
Pada tanggal 8 April, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) mengumumkan bahwa sebuah kesepakatan untuk gencatan senjata sementara, yang dimediasi oleh Pakistan, telah dicapai setelah Amerika Serikat menerima proposal 10 poin dari Iran.
Para negosiator senior dari Iran dan Amerika melakukan pembicaraan di Islamabad selama lebih kurang 21 jam pada tanggal 11 April, tanpa mencapai kesepakatan. Pejabat Iran menyalahkan tuntutan yang berlebihan dan perubahan posisi dari pihak Amerika sebagai penyebab kegagalan dalam mencapai kesepakatan.
➡️ Baca Juga: Manfaat Aplikasi Viral untuk Mencatat Pengeluaran Harian dan Menghindari Pemborosan
➡️ Baca Juga: 841 Kapal Siap Didistribusikan Pemerintah untuk Lancarkan Angkutan Laut Mudik Lebaran 2026




