Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini menyampaikan pernyataan dukungannya kepada Israel melalui platform Truth Social pada malam hari tanggal 18 April 2026. Dalam pernyataannya, Trump mengakui bahwa Israel menghadapi perasaan negatif di kawasan dan bahkan di seluruh dunia.
Melalui laporan dari Islamic Republic News Agency (IRNA), Trump menegaskan bahwa Israel merupakan “sekutu utama” bagi Amerika Serikat.
Dengan pengakuan atas adanya kebencian terhadap Israel, Trump menyatakan, “Terlepas dari pandangan orang-orang terhadap Israel, mereka telah membuktikan diri sebagai sekutu yang sangat berharga bagi Amerika Serikat.”
Presiden AS tersebut juga menggambarkan Israel sebagai entitas yang “berani, setia, dan cerdas.”
Dalam pernyataan yang sama, Trump melontarkan kritik terhadap sekutu-sekutu lain Washington. “Berbeda dengan yang lainnya yang menunjukkan sikap mereka di saat-saat sulit, Israel berjuang dengan gigih dan tahu cara untuk meraih kemenangan!” tegasnya.
Dalam konteks konflik yang berkepanjangan antara AS dan Israel melawan Iran, beberapa sekutu AS, termasuk negara-negara anggota NATO, tampaknya enggan untuk terlibat dalam konflik tersebut.
Trump secara terbuka mengecam keengganan negara-negara seperti Inggris dan Spanyol untuk berpartisipasi dalam serangan terhadap Iran, bahkan menyebut mereka “pengecut.”
Sementara itu, laporan dari The Guardian menyatakan bahwa dukungan bipartisan di AS terhadap hubungan khusus dengan Israel mulai menunjukkan tanda-tanda keretakan. Kelanjutan bantuan militer AS untuk Israel kini menghadapi tantangan yang semakin besar.
Laporan tersebut mencatat bahwa konflik yang berlangsung di Timur Tengah telah secara signifikan memengaruhi opini publik di AS, sehingga mengancam konsensus bipartisan yang selama ini mendukung bantuan militer bagi Israel.
Hasil survei terbaru menunjukkan bahwa dukungan publik di AS terhadap pengiriman bantuan militer yang besar kepada Israel mengalami penurunan setelah bertahun-tahun konflik dan meningkatnya jumlah korban sipil. Penurunan ini paling terasa di kalangan pemilih muda dan independen.
Perubahan dalam opini publik ini juga mulai memengaruhi sikap sejumlah legislator yang sebelumnya dikenal sebagai pendukung setia kebijakan bantuan militer kepada Israel.
Di akhir laporan, Senator Ruben Gallego dari AS menyatakan bahwa tindakan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah merusak dukungan bipartisan terhadap Tel Aviv di Amerika Serikat.
Dengan dinamika yang terus berubah dalam hubungan ini, penting untuk memahami bagaimana Israel tetap menjadi sekutu utama AS, meskipun terdapat tantangan baru dalam dukungan publik dan politik di dalam negeri.
➡️ Baca Juga: Cara Efektif Menghemat Ruang Penyimpanan iPhone Tanpa Menghapus Banyak File
➡️ Baca Juga: Nutrisi Harian yang Tepat untuk Meningkatkan Metabolisme Tubuh Secara Optimal
