Lebih dari 20 kapal komersial telah berhasil melintasi Selat Hormuz dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Informasi ini disampaikan oleh beberapa pejabat Amerika Serikat, yang dilaporkan oleh The Wall Street Journal pada hari Selasa.
Kapal-kapal yang melintasi selat tersebut terdiri dari berbagai jenis, termasuk kapal kargo, kapal kontainer, dan tanker. Mereka bergerak masuk dan keluar dari Teluk Persia. Menariknya, kapal-kapal yang tidak bertujuan untuk berlabuh di pelabuhan Iran tidak terpengaruh oleh blokade yang diterapkan dan diizinkan untuk melanjutkan perjalanan mereka tanpa hambatan.
Beberapa kapal dilaporkan mengambil langkah tambahan untuk melindungi diri mereka dengan mematikan transponder. Tindakan ini diambil untuk mengurangi kemungkinan menjadi target serangan dari pihak Iran yang mungkin merasa terancam oleh kehadiran kapal-kapal tersebut.
Pada tanggal 11 April, perwakilan dari Iran dan AS memulai pembicaraan di Islamabad setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan adanya kesepakatan dengan Teheran mengenai gencatan senjata yang direncanakan berlangsung selama dua minggu.
Namun, pada 12 April, Wakil Presiden JD Vance, yang memimpin delegasi AS, mengumumkan kegagalan dalam mencapai kesepakatan. Delegasi AS kembali ke negara mereka tanpa menghasilkan kesepakatan apapun dari proses negosiasi tersebut.
Di hari yang sama, Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan memulai blokade terhadap semua kapal yang beroperasi masuk dan keluar dari pelabuhan Iran. Ini menandai langkah signifikan dalam upaya AS untuk menekan aktivitas maritim yang dianggap berpotensi mengancam.
Lebih lanjut, Trump memberikan instruksi kepada Angkatan Laut AS untuk secara aktif melacak dan mencegat semua kapal yang melakukan pembayaran kepada Iran untuk bisa melintasi Selat Hormuz. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi AS dalam mengawasi pergerakan kapal-kapal di wilayah tersebut.
Blokade ini mulai diterapkan pada hari Senin pukul 14:00 waktu setempat, menambah ketegangan di kawasan yang sudah rentan terhadap konflik. Keputusan ini menunjukkan komitmen AS untuk memperketat kontrol terhadap aktivitas maritim, terutama yang terkait dengan Iran.
➡️ Baca Juga: Teknik Pukulan Push Silang yang Efektif dalam Permainan Badminton
➡️ Baca Juga: Mengoptimalkan Kesehatan Mental: Panduan Praktis Mengurangi Beban Mental Secara Bertahap
