BP BUMN Umumkan Penyelesaian Skema Restrukturisasi Utang Whoosh Menggunakan APBN

Jakarta – Badan Pengelola BUMN mengumumkan bahwa skema restrukturisasi utang untuk proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) yang dikenal dengan nama Whoosh telah selesai dirancang dan akan segera diimplementasikan. Kebijakan ini dijadwalkan untuk diumumkan kepada publik dalam waktu dekat.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa proses penyelesaian sudah mencapai tahap akhir setelah melalui pembahasan mendalam dengan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
“Proyek Whoosh juga akan segera menyelesaikan langkah-langkahnya bersama Pak Menkeu. Insya Allah, dalam minggu depan, saya dan Pak Menkeu akan bertemu, termasuk dengan rekan-rekan wartawan, untuk mengumumkan penyelesaian dari Whoosh yang sudah final,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Selasa.
Dia menjelaskan bahwa seluruh kajian yang berkaitan dengan restrukturisasi utang telah selesai dan kesepakatan antara semua pihak terkait telah dicapai. Saat ini, dia menekankan, proses tinggal memasuki tahap formal yang mencakup penandatanganan dokumen, yang hasilnya akan diinformasikan kepada publik secara terbuka.
“Saya baru saja berdiskusi dengan Pak Menkeu, dan kami telah mencapai kesepakatan. Semua analisis dan kajian telah selesai. Kini tinggal menunggu proses formal seperti penandatanganan dan lainnya. Rekan-rekan wartawan akan diundang untuk itu,” tambahnya.
Dony juga menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan ini secara menyeluruh tanpa terjebak dalam perdebatan mengenai penyebab masalah di masa lalu. Tujuannya adalah untuk memperbaiki kesehatan perusahaan-perusahaan BUMN dan memperkuat tata kelola di masa depan.
Mengenai operasional, dia memastikan bahwa pengelolaan kereta cepat akan tetap berada di tangan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Detail tentang struktur kepemilikan dan pendanaan akan dijelaskan lebih lanjut saat pengumuman resmi dilakukan.
“Kami akan memberikan penjelasan lebih lanjut. Tidak akan ada kejutan, karena saya dan Pak Menkeu tentunya akan bersama-sama untuk menyampaikan kepada publik mengenai penyelesaian ini. Yang jelas, proses penyelesaian sudah siap untuk ditandatangani dan diselesaikan,” ungkap Dony.
Dia juga menekankan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak akan terganggu, bahkan diharapkan akan semakin baik setelah adanya kejelasan mengenai struktur pendanaan proyek kereta cepat tersebut.
➡️ Baca Juga: Penyebab Panas Menyengat di Berbagai Daerah Menurut BMKG yang Perlu Diketahui
➡️ Baca Juga: Krisis Air Bersih: Upaya Pemerintah Mengatasi Masalah di Daerah Terpencil




