Persita Tangerang harus kembali dengan tangan hampa setelah mengalami kekalahan tipis 0-1 dari Persebaya Surabaya dalam pertandingan BRI Super League 2025/26 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo. Hasil ini terasa sangat menyakitkan bagi tim Pendekar Cisadane, mengingat mereka mampu menunjukkan performa yang seimbang bahkan sempat mendominasi permainan.
Gol tunggal yang dicetak oleh Francisco Rivera pada menit ke-61 menjadi penentu dalam laga yang berlangsung sengit dan terbuka. Meskipun Persita memiliki berbagai peluang emas, mereka gagal memanfaatkan kesempatan tersebut, terutama akibat penyelesaian akhir yang kurang optimal.
Carlos Pena, pelatih Persita, tidak menutupi rasa kecewanya usai pertandingan. Ia berpendapat bahwa timnya seharusnya bisa membawa pulang setidaknya satu poin, melihat bagaimana jalannya pertandingan yang cukup berimbang.
“Kami merasa sedih dengan hasil akhir ini, tetapi kami harus tetap bergerak maju setelah pengalaman laga yang sangat melelahkan ini,” ungkap pelatih asal Spanyol tersebut.
Persita menunjukkan keberanian dengan menerapkan transisi cepat dan melakukan serangan yang agresif. Beberapa peluang tercipta, termasuk dari Rayco Rodriguez serta situasi bola mati di babak kedua. Namun, masalah utama yang dihadapi adalah akurasi penyelesaian yang membuat mereka gagal mencetak gol penyeimbang.
Carlos Pena mengakui bahwa dalam pertandingan kali ini, timnya tidak seefisien pada laga-laga sebelumnya, meskipun mereka berhasil menciptakan beberapa peluang lewat penguasaan bola yang baik.
“Sebelumnya, kami dikenal sebagai tim yang mampu menghasilkan banyak peluang melalui dominasi bola, namun kali ini akurasi kami memang kurang memadai,” jelas Pena.
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh penyerang Persita, A. Nur Hardianto. Ia menilai bahwa seluruh anggota tim telah berjuang keras sepanjang pertandingan, tetapi hasil akhir yang didapat tidak sesuai harapan.
“Tentu saja kami merasa kecewa karena seharusnya kami bisa mendapatkan poin, namun kami harus segera melupakan kekalahan ini dan fokus sepenuhnya untuk laga selanjutnya,” tegas Hardianto.
Kekalahan ini membuat posisi Persita melorot ke urutan keenam klasemen sementara dengan 41 poin. Sementara itu, Persebaya berhasil naik ke posisi kelima dengan 42 poin dari 26 pertandingan. Persita kini harus bersiap menghadapi laga penting melawan Arema FC pada 10 April mendatang, yang bisa menjadi titik balik bagi mereka untuk kembali bersaing di papan atas.
➡️ Baca Juga: Krisis Energi Saat Ini: Apakah Dampaknya Lebih Parah daripada Covid-19?
➡️ Baca Juga: MSI dan Logitech Pamer Inovasi Terbaru di GDG Bandung 2025
