Generasi Muda Perlu Waspada Terhadap Ancaman Kepentingan Asing yang Mengintai

Pendiri Pemuda Panca Marga dan penggagas Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB), Joesoef Faisal Husainsyah, memberikan peringatan kepada generasi muda untuk lebih waspada terhadap berbagai bentuk kepentingan asing yang berpotensi mempengaruhi pandangan mereka terhadap bangsa dan negara.
Ia menggarisbawahi bahwa kurangnya pemahaman sejarah di kalangan anak muda membuat mereka rentan terjebak dalam narasi global yang mungkin tidak sejalan dengan kepentingan nasional.
Oleh karena itu, pemahaman akan sejarah perjuangan bangsa, termasuk peran Tentara Nasional Indonesia (TNI), menjadi sangat penting. Ironisnya, saat ini, beberapa kalangan muda dan aktivis hak asasi manusia bisa dianggap sebagai ancaman bagi masyarakat, karena sering dianggap mengganggu stabilitas nasional.
“Generasi muda saat ini banyak yang kurang memahami sejarah. Mereka perlu mempelajari proses berdirinya negara ini dan menyadari peran TNI. Jangan sampai mereka justru menjadi agen yang mengusung kepentingan asing,” tegas Joesoef.
Ia juga mengingatkan agar Indonesia tidak terjebak dalam konflik yang telah menimpa sejumlah negara, seperti Irak, Libya, Suriah, Palestina, dan Iran, yang mengalami ketidakstabilan akibat campur tangan asing dan dinamika global.
“Apakah kita ingin Indonesia mengalami nasib yang sama? Ini adalah peringatan yang harus diingat. Jika bangsa ini hancur karena campur tangan asing, semua pihak akan bertanggung jawab,” ujarnya.
Menurut Joesoef, beberapa kelompok mahasiswa dan lembaga swadaya masyarakat sering kali mengangkat isu hak asasi manusia tanpa mempertimbangkan kepentingan nasional secara keseluruhan. Ia menekankan pentingnya menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan lainnya.
“Prinsipnya jelas, benar atau salah adalah bangsaku. Hal-hal baik perlu kita pertahankan, sementara yang kurang baik harus diperbaiki, bukan malah menjatuhkan bangsa sendiri,” tambahnya.
Joesoef juga menyoroti kekhawatiran masyarakat terkait meningkatnya aksi demonstrasi yang dianggap mengganggu stabilitas sosial dan ekonomi.
“Masyarakat ingin hidup dalam keadaan tenang, bekerja, dan mencari nafkah. Stabilitas adalah hal yang sangat penting,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan keprihatinan terhadap narasi yang sering kali menyudutkan institusi TNI. Menurutnya, peran TNI sebagai penjaga kedaulatan dan pelindung rakyat tidak bisa diabaikan hanya karena beberapa kasus tertentu.
“Saya prihatin melihat TNI diperlakukan dengan tidak adil. Tentara adalah pejuang rakyat, dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Pengorbanan prajurit, termasuk dalam misi perdamaian dunia, adalah bukti nyata pengabdian mereka,” ujarnya.
➡️ Baca Juga: Update Terbaru Agenda Latihan Tertutup Tim Nasional Jelang Laga Krusial
➡️ Baca Juga: Game RPG Rilis Segera: Eksplorasi Dunia Terbuka dengan Grafis yang Menakjubkan




