Gempa Sulut-Malut Mengakibatkan Satu Korban Jiwa

Juru Bicara Basarnas Sulawesi Utara, Nuriadin Gumeleng, mengonfirmasi bahwa gempa bumi tektonik yang dirasakan hingga wilayah Sulawesi Utara telah menyebabkan dua orang menjadi korban di Manado.
“Satu orang meninggal akibat tertimpa reruntuhan, sedangkan satu lagi mengalami patah kaki setelah melompat dari toko,” ungkapnya dalam pernyataan di Manado, Kamis.
Tim Basarnas masih aktif mencari informasi lebih lanjut mengenai kemungkinan adanya warga lainnya yang mungkin menjadi korban dalam insiden gempa ini.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang perairan Bitung, yang terletak di antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara, pada hari Kamis pukul 06.48 Wita, dan getarannya terasa sangat kuat di Kota Manado.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memperbarui data terkait peringatan dini tsunami di perairan Sulawesi Utara dan Maluku Utara setelah terjadinya gempa tersebut.
Lokasi gempa berada pada 1,25 derajat lintang utara dan 126,27 derajat bujur timur dengan kedalaman 62 kilometer di bawah permukaan laut.
Muhammad Zulkifli, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, menyatakan bahwa terdapat tujuh daerah di Provinsi Maluku Utara dan Sulawesi Utara yang berpotensi untuk siaga tsunami.
➡️ Baca Juga: Pengendara Berbuka Puasa di Kemacetan Jakarta, Kehilangan Momen Ramadhan Bersama Keluarga
➡️ Baca Juga: Microsoft Pensiunkan Skype, Berikut 5 Aplikasi Alternatif yang Patut Dicoba




