Warga Iran Dilarang Transit dan Masuk ke Wilayah Uni Emirat Arab

Warga negara Iran kini tidak diperbolehkan untuk memasuki atau transit melalui Uni Emirat Arab. Hal ini dinyatakan dalam rilis resmi dari maskapai Emirates yang berbasis di Dubai pada tanggal 1 April 2026.

Pembatasan ini, yang mulai berlaku segera, juga diumumkan oleh dua maskapai utama lainnya di UEA, yaitu Flydubai dan Etihad Airways. Kebijakan ini mencerminkan langkah terkoordinasi antara maskapai penerbangan utama di negara tersebut.

Flydubai secara jelas menginformasikan bahwa larangan ini berlaku untuk semua pemegang paspor Iran, tanpa terkecuali, termasuk mereka yang memiliki izin tinggal, visa turis, atau visa kunjungan yang sah untuk UEA. Namun, terdapat pengecualian penting: pemegang “Visa Emas” UEA, yang merupakan izin tinggal selama 10 tahun, tetap diizinkan untuk masuk dan transit di negara ini.

Emirates dan maskapai lainnya juga mencantumkan pengecualian tambahan. Pengecualian ini mencakup pasangan warga negara UEA, anak-anak dari ibu Emirat, serta profesional tertentu. Mereka yang termasuk dalam kategori ini adalah dokter, insinyur, investor, atlet, eksekutif bank, profesional senior, dan pedagang.

Keputusan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan negara-negara Teluk, khususnya setelah serangan terbaru Iran terhadap infrastruktur di Teluk Arab, yang memperburuk konflik regional yang lebih luas.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pemerintah UEA terkait kebijakan ini. Namun, informasi mengenai pembatasan tersebut sudah muncul di halaman informasi visa dan paspor dari maskapai penerbangan.

Kebijakan ini berdampak signifikan bagi warga Iran, baik yang berada di dalam UEA maupun di luar negeri. Mereka yang saat ini berada di luar negara tersebut, termasuk para penduduk jangka panjang, mengalami kesulitan untuk kembali, sebagaimana dilaporkan oleh beberapa pelancong.

Larangan ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan komunitas ekspatriat Iran yang tinggal di UEA. Banyak dari mereka memiliki hubungan bisnis dan keluarga yang erat dengan Iran, sehingga pembatasan ini menjadi tantangan bagi mereka.

Ini merupakan langkah terbaru dalam serangkaian tindakan keamanan yang diambil oleh negara-negara Teluk sebagai respons terhadap krisis yang sedang berlangsung. Laporan sebelumnya juga telah mengungkapkan adanya pembatalan visa dan kesulitan dalam perjalanan bagi beberapa warga Iran.

Hingga saat ini, Emirates belum memberikan pernyataan publik tambahan selain informasi yang dipublikasikan di situs resminya. Maskapai ini tetap menjalankan operasional dengan jadwal yang lebih terbatas, sesuai dengan situasi regional yang dinamis.

➡️ Baca Juga: Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing, PPPA Dukung Tindakan Tegas Erick Thohir

➡️ Baca Juga: Pemerintah Perluas Program Makan Bergizi Gratis untuk Anak Sekolah

Exit mobile version