Harga Bensin AS Melonjak Tinggi Akibat Perang Iran, Tertinggi Sejak Tahun 2022

Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Amerika Serikat mengalami lonjakan signifikan, melampaui angka rata-rata $4 per galon (setara sekitar Rp68 ribu) untuk pertama kalinya sejak tahun 2022, pada tanggal 31 Maret 2026. Lonjakan ini disebabkan oleh konflik yang terjadi di Iran, yang telah mendorong harga bensin global merangkak naik.
Berdasarkan informasi dari Associated Press, pada 1 April 2026, data dari Asosiasi Otomotif Amerika (AAA) menunjukkan bahwa harga BBM telah meningkat lebih dari 30% sejak serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari.
Saat ini, rata-rata nasional untuk satu galon bensin biasa telah mencapai $4,02, yang berarti ada kenaikan lebih dari satu dolar dibandingkan dengan harga sebelum konflik dimulai pada 28 Februari.
Lonjakan ini mencatatkan angka bulanan tertinggi yang pernah dilaporkan oleh AAA. Terakhir kali masyarakat AS membayar harga setinggi ini di pom bensin adalah hampir empat tahun yang lalu, setelah invasi Rusia ke Ukraina.
Namun, angka tersebut merupakan rata-rata nasional, sehingga di beberapa negara bagian, pengemudi telah membayar lebih dari $4 per galon selama beberapa waktu. Variasi harga ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk ketersediaan pasokan lokal dan perbedaan tarif pajak di setiap negara bagian.
Sejak awal perang antara AS, Israel, dan Iran sebulan lalu, harga minyak mentah—komponen utama dalam pembuatan bensin—telah mengalami lonjakan drastis dan fluktuasi yang cepat. Konflik ini telah menyebabkan gangguan serius pada rantai pasokan dan pengurangan produksi dari negara-negara penghasil minyak utama di kawasan Timur Tengah.
Saat ini, baik minyak mentah Brent, yang merupakan patokan internasional, maupun minyak mentah acuan AS, telah diperdagangkan dengan harga lebih dari $100 per barel, naik dari sekitar $70 sebelum terjadinya perang.
Fenomena ini tidak hanya dirasakan di AS, tetapi juga di seluruh dunia, di mana pengemudi menghadapi kenaikan harga bensin. Sebagai contoh, di Paris, harga bensin mencapai 2,34 euro per liter ($2,68), yang setara dengan sekitar $10,27 per galon.
Kenaikan harga bensin dapat memberikan dampak negatif terhadap perekonomian dan berpotensi menaikkan harga barang dan jasa lainnya.
Kondisi ini terjadi di saat banyak rumah tangga masih berjuang dengan tekanan biaya hidup yang terus meningkat. Ketika pengemudi harus membayar lebih untuk kebutuhan dasar seperti bensin, atau bahkan tagihan utilitas yang terpengaruh oleh kenaikan biaya bahan bakar, banyak dari mereka mungkin terpaksa melakukan pemangkasan anggaran di area lain.
➡️ Baca Juga: Ban Berkualitas Tingkatkan Stabilitas Kendaraan Anda Secara Optimal
➡️ Baca Juga: Komnas HAM Mengecam Tindakan Aparat yang Menggeledah Jurnalis




