Kabar Terbaru Andrie Yunus: Kondisi Kritis di HCU Menurut KontraS

Jakarta – Badan Pengurus Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) telah menggelar rapat dengan Polda Metro Jaya dan Komisi III DPR RI pada Selasa, 31 Maret 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Badan Pengurus KontraS, Indria Fernida, memberikan informasi terkini mengenai kondisi Andrie Yunus, yang masih berada dalam perawatan intensif di ruang High Care Unit (HCU) selama lebih dari dua minggu.

Andrie dilaporkan memerlukan perhatian medis yang intensif, terutama pada area mata dan luka bakar yang ia alami.

“Kondisi Andrie sudah lebih dari dua minggu masih di high care unit, perawatannya melekat dan intensif untuk mata dan luka bakar. Tidak bisa dijenguk oleh siapa pun kecuali keluarga, karena kekhawatiran atas infeksi dan hal lainnya,” jelas Indria.

Indria menegaskan bahwa keadaan kesehatan Andrie saat ini sangat memprihatinkan, meskipun informasi yang tersedia di publik masih terbatas. KontraS berpendapat bahwa situasi ini seharusnya mendapatkan perhatian serius dari pemerintah untuk memastikan adanya keadilan bagi korban.

“Sementara situasi di luar tampak tenang, kondisi Andrie sebenarnya sangat mengkhawatirkan. Kami berharap perhatian lebih dari negara terhadap masalah ini,” tegas Indria.

Diketahui bahwa empat anggota TNI terlibat dalam insiden penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Informasi tersebut disampaikan oleh Danpuspom TNI Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Yusri Nuryanto, yang mengaku baru mengetahui keterlibatan empat prajurit TNI tersebut pada Rabu, 18 Maret 2026 pagi.

“Pagi ini, saya menerima laporan dari Denma Bais TNI mengenai empat orang yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap Andrie Yunus,” ungkap Yusri dalam konferensi pers yang diadakan pada Rabu, 18 Maret 2026.

Yusri menjelaskan bahwa keempat prajurit TNI tersebut telah diamankan dan pihaknya sedang menyelidiki motif di balik insiden penyiraman air keras kepada Andrie Yunus.

“Kami juga sedang mendalami motif dari tindakan yang dilakukan oleh keempat orang yang diduga pelaku tersebut,” tambahnya.

➡️ Baca Juga: Pihak Yoni Dores Sambut Baik LMKN Jadi Penengah Konflik dengan Lesti Kejora

➡️ Baca Juga: Krisis Energi Global Mengancam, Harga Minyak Diprediksi Mencapai Rp2,5 Juta per Barel

Exit mobile version