Dua Negara Bagian Australia Tawarkan Transportasi Umum Gratis Akibat Kenaikan Harga BBM

Dua pemerintah negara bagian di Australia, yaitu Victoria dan Tasmania, telah mengumumkan kebijakan untuk menyediakan transportasi umum gratis. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap lonjakan harga bahan bakar yang disebabkan oleh ketegangan yang meningkat di Timur Tengah.
Perdana Menteri Victoria, Jacinta Allan, mengungkapkan bahwa layanan transportasi publik akan dibebaskan dari biaya selama sebulan, dimulai pada hari Selasa, 31 Maret. Kebijakan ini bertujuan untuk membuat transportasi umum lebih terjangkau bagi masyarakat di tengah krisis harga bahan bakar yang sedang berlangsung.
Sementara itu, Tasmania mengambil langkah yang lebih berkelanjutan dengan menyediakan transportasi umum gratis selama tiga bulan. Penduduk di Tasmania dapat memanfaatkan layanan bus dan feri tanpa biaya hingga tanggal 30 Juni.
Meski demikian, kedua negara bagian tersebut belum memberikan kejelasan mengenai apakah inisiatif ini akan diterapkan secara permanen di masa depan.
Berbeda dengan Victoria dan Tasmania, negara bagian lain seperti New South Wales, Western Australia, Queensland, dan South Australia memutuskan untuk tidak menerapkan kebijakan serupa. Mereka lebih memilih untuk fokus pada bentuk bantuan lainnya untuk meringankan beban biaya hidup masyarakat.
Menurut informasi yang dirilis oleh Institut Perminyakan Australia (AIP), harga minyak dunia di Australia telah mengalami kenaikan dramatis, mencapai 27 persen sejak terjadinya konflik di Timur Tengah.
Dalam konteks yang lebih luas, Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, juga mengumumkan bahwa pemerintah akan menanggung biaya barang-barang penting yang terdampak oleh konflik tersebut sebagai bagian dari langkah-langkah untuk memastikan keamanan pasokan bahan bakar.
Albanese dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan dengan para pemimpin negara bagian dan wilayah di Australia pada hari Senin, guna membahas langkah-langkah lebih lanjut untuk mencegah terjadinya kekurangan bahan bakar di seluruh negeri.
Ketegangan di kawasan tersebut terus meningkat setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada tanggal 28 Februari lalu. Serangan ini telah mengakibatkan lebih dari 1.340 korban jiwa, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Sebagai langkah balasan, Iran melancarkan serangan drone dan rudal ke beberapa negara, termasuk Israel, Yordania, dan Irak, serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer Amerika. Serangan ini menyebabkan banyak korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan mengganggu pasar global serta penerbangan internasional.
➡️ Baca Juga: Panduan Latihan Interval dan Recovery Daya Tahan Lari Maksimal
➡️ Baca Juga: Penyebab Panas Menyengat di Berbagai Daerah Menurut BMKG yang Perlu Diketahui




