BUMA International Group Mencatat Tren Pemulihan Kinerja yang Sukses di 2025

Jakarta – PT BUMA International Group Tbk (DOID) telah mempublikasikan laporan hasil keuangan dan operasional konsolidasi yang telah diaudit untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 (FY2025).
Direktur BUMA International Group, Iwan Fuad Salim, mengungkapkan bahwa kinerja FY2025 mengalami dampak yang cukup besar akibat gangguan operasional yang belum pernah terjadi sebelumnya serta kondisi cuaca yang buruk. Selain itu, terdapat juga proses ramp-down dan penyelesaian kontrak baik di Indonesia maupun Australia.
Kinerja tersebut dipengaruhi oleh biaya non-operasional, yang mencakup penyisihan piutang usaha dan penurunan nilai aset di operasional Australia dan Amerika Serikat. Namun, hal ini sebagian dapat diimbangi oleh keuntungan nilai wajar sebesar US$41 juta dari investasi Grup di 29Metals.
“FY2025 adalah tahun yang penuh tantangan bagi Grup. Gangguan yang kami alami pada kuartal pertama berdampak signifikan terhadap produksi dan pendapatan, sekaligus menunjukkan area di mana kami perlu memperkuat pendekatan kami,” jelas Iwan dalam keterangannya pada Jumat, 27 Maret 2026.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Iwan memastikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat dengan memperketat disiplin operasional, meningkatkan pengendalian biaya dan fundamental pemeliharaan, serta mengambil tindakan tegas untuk menjaga likuiditas dan memperkuat neraca keuangan.
“Langkah-langkah ini telah mendorong peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, dan arus kas sepanjang tahun, serta memberikan landasan yang lebih solid saat kami memasuki tahun 2026,” tambahnya.
Walaupun faktor-faktor tersebut memberikan tekanan pada kinerja tahunan, Grup berhasil mencatatkan pemulihan operasional yang konsisten sepanjang tahun, didukung oleh perbaikan struktural dalam produktivitas dan penurunan biaya per unit.
Iwan menegaskan bahwa Grup mencatat arus kas bebas positif, dengan kuartal IV-2025 menunjukkan arus kas bebas tertinggi sepanjang tahun. Selain itu, Grup juga memperkuat posisi likuiditasnya berkat dukungan berkelanjutan dari mitra perbankan dan pemegang obligasi selama tahun 2025, serta memasuki tahun 2026 dengan profil jatuh tempo utang yang lebih seimbang.
Iwan juga menyampaikan bahwa volume pengangkatan overburden turun 19 persen secara year-on-year (yoy) menjadi 439 juta bank cubic meters (MBCM), sementara produksi batu bara menurun 6 persen menjadi 84 juta ton (MT). Penurunan ini mencerminkan gangguan pada kuartal pertama, kendala cuaca, serta kontribusi yang lebih rendah dari lokasi yang mengalami ramp-down dan telah menyelesaikan operasionalnya.
➡️ Baca Juga: Perppu Pelebaran Defisit APBN: Purbaya Tegaskan Anggaran Masih Aman dan Terkendali
➡️ Baca Juga: Gadget Terbaru Membantu Aktivitas Smart Fitness Tracking Dengan Sensor Digital Akurat




