Fabio Quartararo Ungkap Motor Baru Yamaha M1 Bermesin V4 Tidak Memiliki Kelebihan

Harapan tinggi yang menyertai perubahan besar di MotoGP musim 2026 kini berubah menjadi kekecewaan bagi Fabio Quartararo. Pembalap asal Prancis itu melontarkan kritik tajam terhadap motor terbaru Yamaha M1, yang kini menggunakan mesin V4, dengan menyatakan bahwa tidak ada satu pun elemen yang menunjukkan keunggulan nyata.
Kondisi ini memberi sinyal yang mengkhawatirkan bagi Yamaha, yang tengah berusaha bangkit dari keterpurukan musim sebelumnya. Alih-alih menunjukkan kemajuan yang signifikan, performa motor anyar mereka justru masih dianggap jauh tertinggal dibandingkan dengan para pesaing.
Pada balapan pembuka di Thailand, Quartararo dan rekan setimnya, Alex Rins, memang berhasil menyelesaikan lomba di zona poin. Namun, hasil tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh insiden yang menimpa pembalap lain, seperti kecelakaan dan masalah ban yang terjadi di akhir balapan.
Situasi ini semakin memperkuat anggapan bahwa Yamaha belum mampu bersaing secara kompetitif di ajang MotoGP.
Setelah balapan di Buriram, Yamaha menjalani tes privat di Jerez, bekerja sama dengan Honda dan KTM. Tes tersebut dimanfaatkan untuk menguji ban Pirelli yang akan digunakan mulai tahun 2027. Namun, dari hasil pengujian tersebut, Quartararo menilai tidak ada perubahan yang signifikan.
“Umpan balik dari semua pembalap Yamaha seragam. Tak ada satu pun aspek di mana kami merasa memiliki kekuatan,” ungkap Quartararo, sebagaimana dilansir oleh Motorsport.
Ia juga menambahkan bahwa tim teknis masih berada dalam kebingungan untuk mencari solusi terbaik guna meningkatkan performa motor mereka.
“Kami sedang berupaya memahami masalah yang ada. Para insinyur berusaha mencari bagian mana yang bisa diperbaiki agar kami merasa lebih nyaman, tetapi secara keseluruhan, situasi tetap sama bagi semua pembalap,” lanjutnya.
Kembalinya MotoGP ke Brasil setelah dua dekade diharapkan bisa menjadi peluang untuk mengubah dinamika persaingan. Namun, Quartararo menolak anggapan optimis tersebut.
“Tidak. Jawabannya singkat, karena itulah kenyataannya. Setiap sirkuit akan sulit bagi kami,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kurangnya pembaruan signifikan setelah tes di Jerez.
“Yamaha memang melakukan tes di Jerez, tetapi tidak ada inovasi baru yang benar-benar diuji. Jadi, saya tidak yakin situasinya akan lebih baik dibandingkan saat di Thailand,” ujarnya.
Salah satu kekuatan Quartararo di musim-musim sebelumnya adalah performa luar biasa saat kualifikasi. Bahkan ketika Yamaha mengalami masa sulit, ia masih mampu meraih beberapa pole position. Namun, transisi ke mesin V4 justru berdampak negatif pada performa satu lapnya.
➡️ Baca Juga: Penguatan Bahasa dan Sastra Daerah di SD untuk Siswa
➡️ Baca Juga: Cara Pakai Face ID dengan Masker + Kacamata, Work 100 % Tanpa Update Hardware



