Kemlu Umumkan Penangguhan Pembahasan BOP dan Penundaan Pengiriman Pasukan Perdamaian

Jakarta – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengumumkan bahwa semua pembahasan terkait Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) saat ini ditangguhkan, dan pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina, juga mengalami penundaan.

“Dengan ini kami informasikan bahwa pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza ditunda, dan seluruh diskusi mengenai Board of Peace masih dalam status ditangguhkan,” ungkap juru bicara Kemlu RI, Nabyl A. Mulachela, saat memberikan keterangan kepada ANTARA di Jakarta pada hari Selasa.

Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Kemlu RI sebagai respons terhadap pertanyaan mengenai laporan yang menyatakan bahwa pengerahan pasukan internasional di Jalur Gaza direncanakan akan dimulai pada bulan Mei.

Jubir Kemlu tersebut menekankan bahwa setiap kemungkinan partisipasi Indonesia dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) sepenuhnya berada di bawah kendali nasional Indonesia dan sesuai dengan mandat yang ditetapkan oleh Dewan Keamanan PBB.

“Partisipasi Indonesia dalam International Stabilization Force (ISF) akan sepenuhnya dikelola oleh pemerintah Indonesia, berdasarkan mandat Dewan Keamanan PBB dalam Resolusi 2803 (2025), serta sejalan dengan prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif, kepentingan nasional RI, dan hukum internasional,” jelas Nabyl.

Pada Minggu, 15 Maret, sebuah laporan dari Anadolu menyebutkan bahwa menurut lembaga penyiaran publik Israel, KAN, Israel bersiap untuk mengerahkan pasukan internasional di Jalur Gaza pada bulan Mei sebagai bagian dari fase berikutnya dari rencana yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa pasukan ini diperkirakan akan mencakup sekitar 5.000 tentara dari Indonesia, bersama dengan pasukan dari Kazakhstan, Maroko, Albania, dan Kosovo, yang diharapkan dapat mulai beroperasi pada tanggal 1 Mei.

Dijelaskan juga bahwa pasukan tersebut awalnya akan ditempatkan di sekitar kota Palestina yang sedang dibangun dengan dukungan dari Uni Emirat Arab (UEA) di daerah Rafah, yang terletak di Gaza selatan, sebelum meluas ke bagian lain dari wilayah tersebut.

Selain itu, laporan tersebut mencatat bahwa delegasi militer dari negara-negara yang berpartisipasi diharapkan tiba di Israel dalam waktu dua minggu untuk melakukan pemantauan dan survei di Gaza sebelum pengerahan pasukan secara resmi dilakukan.

Pada tanggal 6 Maret, Kemlu RI mengumumkan bahwa Indonesia memutuskan untuk menangguhkan seluruh pembahasan terkait Dewan Perdamaian, menyusul meningkatnya ketegangan yang terjadi antara Iran dan AS-Israel pada tanggal 28 Februari.

➡️ Baca Juga: 37 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Keputran Surabaya Ditutup Sepekan

➡️ Baca Juga: Bulog Kirim 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji 2026

Exit mobile version