IHSG Melemah di Pembukaan, Bursa Asia-Pasifik & Wall Street Anjlok Akibat Harga Minyak

IHSG dibuka dengan penurunan sebesar 23 poin atau 0,32 persen, mencapai level 7.338 pada awal perdagangan hari Jumat, 13 Maret 2026.

Fanny Suherman, Kepala Riset Retail di BNI Sekuritas, mengindikasikan bahwa IHSG kemungkinan besar akan mengalami penurunan lebih lanjut pada sesi perdagangan hari ini.

“IHSG tampaknya akan melanjutkan tren koreksi hari ini seiring dengan melemahnya pasar di Wall Street,” ungkap Fanny dalam laporan riset hariannya, Jumat, 13 Maret 2026.

Dia menambahkan bahwa bursa saham Asia-Pasifik juga mengalami penurunan pada hari Kamis kemarin, dipicu oleh lonjakan harga minyak dan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Meskipun Amerika Serikat dan sekutunya telah mengumumkan pelepasan darurat cadangan minyak mentah, yang merupakan langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, dampak terhadap pasar energi tetap terasa.

Badan Energi Internasional (IEA) mengumumkan rencananya untuk melepaskan 400 juta barel minyak sebagai respons terhadap gangguan pasokan akibat konflik di Iran. Ini adalah langkah terbesar dalam sejarah organisasi tersebut, meskipun belum ada jadwal pasti kapan stok tersebut akan tersedia di pasar.

Di sisi lain, Menteri Energi AS, Chris Wright, menyatakan bahwa negara tersebut akan melepaskan 172 juta barel dari Cadangan Minyak Strategis untuk mencoba menekan biaya energi. Pengumuman ini muncul setelah pernyataan Presiden Donald Trump yang berencana menggunakan cadangan tersebut untuk meredakan lonjakan harga energi.

Indeks S&P/ASX 200 di Australia mengalami penurunan sebesar 1,31 persen, sementara Nikkei 225 di Jepang merosot 1,04 persen dan Topix kehilangan 1,32 persen. Di Korea Selatan, indeks Kospi turun sebesar 0,48 persen, dan Hang Seng di Hong Kong melemah sebesar 0,70 persen.

Fanny juga mencatat bahwa level support IHSG berada di kisaran 7.250 hingga 7.330, sementara level resistensi terletak antara 7.400 hingga 7.500.

Sebagai informasi tambahan, indeks-indeks utama di Wall Street mengalami penurunan tajam pada penutupan perdagangan Kamis kemarin. Kenaikan harga minyak di tengah ketidakpastian pasokan akibat konflik di Iran telah memberi tekanan pada sentimen pasar secara keseluruhan.

Indeks Dow Jones Industrial Average mengalami penurunan sebesar 1,56 persen, indeks S&P 500 turun 1,52 persen, dan Nasdaq Composite melemah hingga 1,78 persen. Tekanan ini dipicu oleh lonjakan harga minyak yang disebabkan oleh eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah.

➡️ Baca Juga: Pasokan Avtur dan BBM Selama Lebaran Aman, Menhub Dudy Pastikan Ketersediaan Stabil

➡️ Baca Juga: KLH Tegur Pengelola TPST Bantargebang Pasca Longsor Sampah yang Menewaskan Korban

Exit mobile version