10 Aturan Berkendara Unik di Berbagai Negara, Nomor 7 Bikin Pengemudi Terkejut

Berkendara di luar negeri sering kali melibatkan lebih dari sekadar memahami rambu lalu lintas atau petunjuk jalan. Banyak negara memiliki aturan berkendara unik yang mungkin terdengar aneh bagi pengemudi dari Amerika Serikat.
Aturan-aturan yang di AS dianggap sebagai praktik etika atau kebiasaan, di negara lain bisa berakibat pada denda, poin pelanggaran, atau bahkan hukuman pidana.
Perbedaan ini timbul karena setiap negara menerapkan pendekatan yang berbeda dalam hal keselamatan, ketertiban, dan norma sosial di jalan. Berikut adalah beberapa aturan berkendara internasional yang mungkin mengejutkan bagi banyak pengemudi.
1. Mengemudi Tanpa Baju Dilarang di Thailand
Di Thailand, negara yang terkenal dengan iklim tropisnya, cuaca panas seringkali mendorong orang untuk berpakaian seminimal mungkin. Namun, baik pengemudi mobil maupun sepeda motor diwajibkan untuk mengenakan pakaian bagian atas saat berkendara.
Aturan ini merupakan bagian dari undang-undang kendaraan bermotor yang berkaitan dengan regulasi kesopanan di ruang publik. Pelanggaran terhadap aturan ini dapat dikenai denda karena dianggap melanggar norma kesusilaan yang berlaku di masyarakat.
2. Menyiram Pejalan Kaki Bisa Didenda di Inggris
Di Amerika Serikat, mobil yang melintasi genangan air dan mengakibatkan cipratan pada pejalan kaki biasanya dianggap sebagai tindakan yang kurang sopan. Namun, di Inggris, tindakan tersebut dapat digolongkan sebagai “driving without reasonable consideration” atau mengemudi tanpa memperhatikan orang lain.
Jika seorang pengemudi secara sengaja atau ceroboh menyiram pejalan kaki, mereka berisiko menghadapi denda atau poin pelanggaran pada SIM mereka. Ini menunjukkan betapa seriusnya hukum di Inggris dalam menjaga keselamatan pejalan kaki.
3. Penumpang Mabuk Tidak Boleh Duduk di Depan di Makedonia Utara
Di banyak negara, penumpang yang mabuk masih diizinkan untuk duduk di kursi depan asalkan pengemudi tetap dalam keadaan sadar. Namun, Makedonia Utara memiliki aturan yang lebih ketat.
Di negara ini, individu yang berada di bawah pengaruh alkohol dilarang duduk di kursi penumpang depan. Aturan ini bertujuan untuk mencegah gangguan terhadap pengemudi, karena penumpang yang mabuk dianggap dapat mengganggu kendali kendaraan.
4. Beberapa Pusat Kota di Italia Melarang Mobil Non-Residen
Banyak kota bersejarah di Italia memberlakukan zona yang dikenal sebagai Zona a Traffico Limitato (ZTL), atau zona lalu lintas terbatas.
Area ini biasanya terletak di pusat kota yang memiliki nilai sejarah tinggi, dan kendaraan yang tidak memiliki izin khusus dilarang untuk masuk. Pelanggaran terhadap aturan ini akan direkam oleh kamera otomatis yang kemudian mengirimkan denda kepada pengemudi yang melanggar.
5. Dilarang Mengemudikan Kendaraan dengan Kasur di Atas Mobil di Belanda
Di Belanda, mengemudikan kendaraan dengan kasur atau barang-barang besar yang tidak terikat dengan baik di atas mobil adalah tindakan yang dilarang.
Regulasi ini bertujuan untuk menjaga keselamatan di jalan raya dan mencegah potensi kecelakaan akibat barang yang jatuh atau tergelincir. Pengemudi yang melanggar aturan ini dapat dikenakan denda yang cukup signifikan.
6. Mematikan Mesin Saat Parkir di Islandia
Islandia memiliki aturan unik yang mengharuskan pengemudi mematikan mesin kendaraan mereka saat parkir, terutama di area yang ditentukan.
Aturan ini ditujukan untuk mengurangi polusi dan menjaga lingkungan. Pelanggaran terhadap aturan ini dapat berakibat pada denda, dan menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kebersihan udara.
7. Dilarang Mengemudi Sambil Menggunakan Ponsel di Prancis
Di Prancis, menggunakan ponsel saat mengemudi bukan hanya dianggap tidak sopan, tetapi juga ilegal.
Pengemudi yang tertangkap menggunakan ponsel tanpa perangkat hands-free dapat dikenakan denda yang cukup tinggi. Aturan ini bertujuan untuk mengurangi kecelakaan yang disebabkan oleh gangguan saat berkendara.
8. Harus Menyediakan Tempat Duduk untuk Penumpang di Spanyol
Di Spanyol, pengemudi diwajibkan untuk menyediakan kursi yang sesuai untuk penumpang, terutama bagi anak-anak.
Aturan ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan penumpang, dan pelanggaran dapat berakibat pada denda. Pengemudi diharapkan untuk mematuhi peraturan ini agar bisa berkendara dengan aman dan nyaman.
9. Mengemudi di Jalan Sempit di Yunani
Di Yunani, beberapa daerah memiliki jalan yang sangat sempit, dan pengemudi diharuskan untuk memberikan prioritas kepada kendaraan yang datang dari arah berlawanan.
Aturan ini penting untuk mencegah kemacetan dan menjaga kelancaran lalu lintas. Pengemudi yang tidak mematuhi aturan ini dapat menghadapi masalah, termasuk denda atau konflik dengan pengemudi lain.
10. Mematuhi Lampu Lalu Lintas di Jerman
Di Jerman, mematuhi lampu lalu lintas sangatlah ketat. Bahkan, meskipun lampu lalu lintas berwarna hijau, pengemudi harus tetap berhati-hati dan memastikan bahwa tidak ada pejalan kaki atau kendaraan lain yang melanggar.
Aturan ini mendemonstrasikan komitmen Jerman terhadap keselamatan di jalan raya. Pelanggaran dapat berakibat pada denda yang serius, terutama jika menyebabkan kecelakaan.
Dengan memahami berbagai aturan berkendara unik di negara lain, pengemudi dapat lebih siap dan menghindari masalah saat berada di jalan. Mengetahui dan menghormati peraturan lokal bukan hanya tentang kepatuhan hukum, tetapi juga tentang menghargai budaya dan norma yang berlaku.
➡️ Baca Juga: Britney Spears Ditangkap Karena Mengemudi Dalam Keadaan Mabuk, Manajer Berikan Penjelasan
➡️ Baca Juga: Pihak Yoni Dores Sambut Baik LMKN Jadi Penengah Konflik dengan Lesti Kejora




