Satgas PRR Mempercepat Perbaikan Ribuan Sekolah Terdampak Bencana Melalui Tahapan Terencana

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, mengungkapkan bahwa ribuan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akan segera diperbaiki.

“Banyak sekali institusi pendidikan yang mengalami dampak, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA. Saat ini, kami sedang melakukan koordinasi dan pengumpulan data dari pemerintah daerah,” jelas Tito.

Pernyataan tersebut disampaikan saat penyerahan bantuan sosial ekonomi kepada korban bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pada Jumat, 6 Maret 2026.

Tito menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan klasifikasi terhadap tingkat kerusakan sekolah, mulai dari kerusakan ringan, sedang, hingga berat, bahkan bangunan yang hilang sama sekali. Perbaikan akan dilaksanakan secara bertahap dengan pendekatan berdasarkan skala prioritas.

“Kerusakan yang teridentifikasi sebagai ringan, sedang, dan berat akan kami klasifikasikan. Selanjutnya, perbaikan akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan prioritas,” ujarnya.

Pemerintah juga memastikan bahwa proses belajar mengajar tetap berlangsung. Sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan ringan dan sedang akan tetap digunakan sambil dilakukan perbaikan.

“Pendidikan adalah hal yang utama. Oleh karena itu, sekolah yang mengalami kerusakan ringan dan sedang akan diperbaiki sambil tetap melanjutkan kegiatan belajar mengajar,” kata Tito.

Di sisi lain, untuk sekolah dengan kerusakan berat, mereka akan menggunakan fasilitas darurat, seperti tenda belajar yang disediakan oleh pemerintah bersama kementerian terkait.

“Sekolah yang mengalami kerusakan berat masih melanjutkan pembelajaran di tenda. BNPB dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga telah menyediakan tenda lengkap dengan peralatan yang dibutuhkan,” ujarnya.

Menurut Tito, secara keseluruhan, hampir seluruh proses belajar mengajar di wilayah yang terdampak bencana telah kembali berjalan, meskipun belum mencapai kondisi ideal.

“Proses belajar mengajar hampir 100 persen sudah berlangsung, tetapi masih ada beberapa yang belum berjalan dengan maksimal dan ideal,” katanya.

Berdasarkan data sementara, sekitar 3.700 satuan pendidikan terdampak bencana dan membutuhkan perhatian lebih lanjut.

“Ada sekitar 3.700 institusi pendidikan di tiga provinsi ini yang harus ditangani, dan itu tentu memerlukan waktu,” ungkap Tito.

Ia menjelaskan bahwa untuk sekolah-sekolah umum seperti PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA, koordinasi dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sedangkan pendataan untuk madrasah dan pondok pesantren dilakukan oleh Kementerian Agama.

➡️ Baca Juga: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dinyatakan Tewas dalam Serangan Gabungan AS dan Israel

➡️ Baca Juga: Perkembangan Ekonomi Pasca Pandemi: Harapan dan Tantangan

Exit mobile version