Federasi Nasional Pordasi Mempercepat Program Strategis Olahraga Berkuda Indonesia 2026

Jakarta – Empat Federasi Nasional yang berada di bawah naungan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) telah mempresentasikan rencana dan program kerja mereka dalam acara Bincang Olahraga yang disiarkan oleh TVRI Sport pada hari Jumat, 27 Februari 2026.
Keempat federasi ini merupakan hasil dari transformasi organisasi Pordasi yang disepakati dalam Musyawarah Nasional XIV pada November 2024. Organisasi ini beroperasi di bawah bimbingan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Federasi-federasi tersebut meliputi FN Pordasi Pacu, FN Pordasi Equestrian, FN Pordasi Polo, dan FN Pordasi Berkuda Memanah.
Dalam diskusi tersebut, semua federasi menyatakan komitmen mereka untuk mengembangkan olahraga berkuda di Indonesia dengan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada prestasi, tetapi juga berorientasi pada inklusivitas, keberlanjutan, serta dampak ekonomi yang positif.
FN Pordasi Berkuda Memanah menyoroti pertumbuhan pesat cabang olahraga ini yang berhasil menggabungkan tradisi, nilai-nilai budaya, dan prestasi. Saat ini, cabang ini telah memiliki anggota dari 17 provinsi dan aktif melakukan sosialisasi di berbagai institusi, termasuk sekolah, kampus, dan pesantren. Sepanjang tahun 2026, beberapa agenda nasional dan internasional telah direncanakan, di antaranya Liga Santri Indonesia dan Asian Horseback Archery Championship.
Sementara itu, FN Pordasi Pacu menekankan pentingnya pengakuan terhadap identitas Kuda Pacu Indonesia (KPI) yang merupakan hasil persilangan terencana antara kuda thoroughbred dan kuda lokal. Pacuan kuda ini dinilai memiliki peran strategis dalam memajukan sektor peternakan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pariwisata olahraga, sejalan dengan tingginya minat publik terhadap berbagai acara nasional.
Dari perspektif prestasi Olimpiade, FN Pordasi Equestrian memaparkan fokus mereka dalam pembinaan menjelang PON XXII yang akan berlangsung di tahun 2028. Dengan empat disiplin utama—show jumping, dressage, eventing, dan endurance—Federasi ini menargetkan peningkatan kualitas atlet, kuda, serta perangkat pertandingan agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Adapun FN Pordasi Polo Indonesia menetapkan polo sebagai olahraga prestasi sekaligus sebagai platform untuk pariwisata olahraga dan diplomasi. Federasi ini mendorong pemanfaatan kuda lokal, pembinaan atlet secara berjenjang, serta penyelenggaraan acara yang terintegrasi dengan sektor pariwisata dan industri kreatif.
Melalui pemaparan ini, keempat Federasi Nasional Pordasi sepakat bahwa tahun 2026 akan menjadi momen penting dalam kebangkitan olahraga berkuda di Indonesia. Dengan adanya sinergi antar organisasi, agenda kompetisi yang jelas, serta dukungan dari masyarakat, Pordasi optimis dapat melahirkan prestasi dan membangun ekosistem olahraga berkuda yang kuat baik di tingkat nasional maupun internasional.
➡️ Baca Juga: Krisis Energi: Upaya Pemerintah Mendorong Penggunaan Energi Terbarukan
➡️ Baca Juga: Warga Tangkap Babi Hutan Masuk ke Permukiman Kawasan Pejaten Barat Jaksel
