Safari Ramadan yang dilakukan oleh Kaesang Pangarep, Ketua Umum DPP PSI, terus berlanjut dengan penuh antusiasme. Setelah mengunjungi beberapa pesantren di hari-hari sebelumnya, kini ia melanjutkan perjalanan ke Jawa Timur untuk mempererat tali silaturahmi dengan komunitas pesantren.
Pada tanggal 28 Februari, Kaesang tiba di Pondok Pesantren Nurul Qadim yang terletak di Probolinggo. Kedatangannya bersamaan dengan waktu berbuka puasa, memberikan nuansa spesial pada momen tersebut.
Setibanya di lokasi, Kaesang langsung disambut oleh pimpinan ponpes, KH. Abdul Hadi Noer, beserta para ulama dan kiai yang ada di sekitar. Suasana yang hangat dan akrab segera terasa, menandakan bahwa pertemuan ini bukan hanya sekadar formalitas. Kaesang juga berkesempatan menikmati hidangan spesial yang disiapkan untuknya, yaitu sate hangat sebagai menu berbuka puasa.
“Alhamdulillah, beliau telah berbuka di sini. Saya siapkan sate agar beliau merasa lebih bersemangat dan hangat. Mohon maaf jika persiapan kami tidak sepenuhnya sempurna,” ungkap KH. Abdul Hadi Noer dengan nada ramah.
Kaesang menyampaikan rasa terima kasihnya atas sambutan yang luar biasa tersebut. Ia mengungkapkan betapa berarti pengalaman tersebut baginya dan partainya.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Kyai. Kami dari Partai Solidaritas Indonesia merasa sangat dihargai atas sambutan yang luar biasa di pesantren Nurul Qadim ini,” kata Kaesang dengan penuh rasa syukur.
Dalam kunjungan kali ini, Kaesang tidak datang sendiri. Ia didampingi oleh Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, serta sejumlah pengurus DPP lainnya, termasuk pengurus PSI dari wilayah Jawa Timur.
Safari Ramadan yang dilakukan oleh PSI memang merupakan inisiatif serentak di berbagai daerah. Seluruh jajaran dari DPW, DPD, hingga DPP ikut terlibat dalam silaturahmi dengan pondok-pondok pesantren di seluruh Indonesia, menunjukkan komitmen partai untuk mendekatkan diri dengan masyarakat.
Inisiatif ini menjadi bagian penting dari upaya PSI untuk memperkuat komunikasi dan hubungan dengan kalangan pesantren selama bulan suci Ramadan. Keberadaan pesantren sebagai pilar penting dalam masyarakat diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam membangun dialog yang konstruktif.
Hidangan spesial dari Ponpes Nurul Qadim, yaitu sate hangat, tidak hanya menjadi sajian berbuka, tetapi juga simbol dari kerjasama dan rasa saling menghargai antara generasi muda dan komunitas pesantren. Melalui momen seperti ini, diharapkan akan terjalin hubungan yang lebih erat dan saling mendukung antara dua pihak yang memiliki tujuan yang sama untuk kemajuan bangsa.
Kehangatan yang tercipta di antara Kaesang dan para ulama menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi lintas generasi dalam membangun masa depan yang lebih baik. Dengan dukungan dari pesantren, harapan untuk menciptakan kebijakan yang lebih inklusif dan berpihak kepada masyarakat semakin kuat.
Kaesang dan rombongannya berkomitmen untuk terus menjalin silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk pesantren, dalam rangka membangun kesadaran sosial yang lebih baik. Mereka memahami bahwa pesantren merupakan salah satu pondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda di Indonesia.
Dalam perjalanan ini, Kaesang tidak hanya mengajak dialog, tetapi juga mendengarkan aspirasi dan harapan dari para santri dan pengurus pesantren. Momen berbuka puasa bersama menjadi lebih dari sekadar tradisi, tetapi juga kesempatan untuk berbagi cerita dan pengalaman yang dapat memperkaya pemahaman satu sama lain.
Hidangan spesial ponpes Nurul Qadim menjadi pengingat betapa pentingnya peran makanan dalam mempererat hubungan sosial. Makanan bukan hanya sekadar kebutuhan fisik, tetapi juga simbol dari kebersamaan dan rasa saling menghargai.
Dengan demikian, kunjungan Kaesang ke Pondok Pesantren Nurul Qadim bukan hanya sekadar agenda politik, tetapi juga wujud dari komitmen yang lebih dalam untuk membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat, khususnya dengan kalangan pesantren.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus berkontribusi dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, terutama di bulan suci Ramadan yang penuh berkah ini.
➡️ Baca Juga: Menteri Pendidikan Kunjungi Sekolah Pinggiran
➡️ Baca Juga: Rahasia Sukses di Dunia Lingkungan yang Jarang Diketahui
