OPPO Find X7 vs Vivo X100: Pertarungan Kamera High-End, Mana Natural?

Di dunia smartphone flagship, kamera sering menjadi penentu kemenangan. Tapi, benarkah lebih banyak lensa dan megapiksel selalu berarti lebih baik? Atau justru kesederhanaan dan pengolahan warna yang natural yang lebih Anda cari?
Dua raksasa China kembali menghadirkan jawaban premium: OPPO Find X7 dan Vivo X100. Keduanya membawa sistem kamera mutakhir yang dijanjikan bisa menyaingi kamera profesional.
Fokus kami kali ini adalah pada satu pertanyaan besar. Dalam pertarungan segmen high-end ini, mana ponsel yang menghasilkan foto dengan tampilan paling alami dan mendekati aslinya?
Artikel ini akan mengupas tuntas perbandingan objektif berdasarkan data dan pengujian dari berbagai sumber terpercaya. Kami akan membandingkan mulai dari desain, performa, hingga yang paling utama: kualitas hasil bidikan kamera keduanya.
Dengan chipset Dimensity 9300 yang sama, optimasi software-lah yang akan menjadi pembeda. Mana yang sesuai dengan selera visual Anda? Mari kita selidiki bersama.
Poin-Poin Penting
- Perbandingan mendalam dua smartphone flagship dengan fokus utama pada kualitas kamera.
- Analisis objektif untuk menjawab mana yang menghasilkan foto lebih natural.
- Panduan lengkap mencakup desain, layar, performa, baterai, dan tentu saja, harga.
- Kedua ponsel menggunakan chipset Mediatek Dimensity 9300 dengan optimasi berbeda.
- Disajikan dengan gaya bahasa yang mudah dipahami untuk membantu Anda memutuskan pilihan.
OPPO Find X7 vs Vivo X100: Dua Jagoan Baru Hadir untuk Ditantang
Persaingan ketat di segmen ponsel premium kembali memanas dengan kedatangan dua flagship terbaru. Dua raksasa elektronik asal Tiongkok ini selalu saling berkejaran dalam menghadirkan inovasi terbaik untuk pasar global, termasuk Indonesia.
Posisi kedua ponsel ini dalam lini produk masing-masing sangat strategis. Seri Find dari brand pertama dikenal sebagai ujung tombak inovasi, khususnya di bidang fotografi. Penerus terbarunya hadir dengan penyempurnaan signifikan dari generasi sebelumnya.
Sementara itu, rivalnya melanjutkan kesuksesan seri X90 dengan pendekatan imaging yang sangat kuat. Lini vivo x100 ini dibangun dengan filosofi untuk memberikan pengalaman kamera yang mendekati profesional.
Bagi yang menginginkan fitur lebih lengkap, tersedia juga varian vivo x100 pro. Varian pro ini biasanya menawarkan keunggulan seperti pengisian daya nirkabel dan baterai berkapasitas lebih besar.
Kedua jagoan ini masuk ke segmen harga premium dengan menawarkan spesifikasi tingkat tinggi. Mereka dirilis dalam periode waktu yang berdekatan, membuat perbandingan ini sangat relevan untuk Anda yang sedang mencari pilihan terbaik.
Pertarungan antara kedua produsen tidak hanya soal kamera. Performa tangguh berkat chipset mutakhir dan teknologi pengisian daya super cepat juga menjadi ajang adu gengsi. Keduanya ingin menjadi yang terdepan.
Memahami konteks dan posisi kedua produk ini penting. Artikel ini akan membedah lebih dalam untuk melihat mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Dari desain, layar, hingga performa kamera yang natural akan kita kupas tuntas.
Spesifikasi Dasar: Mediatek Dimensity 9300 untuk Keduanya
Platform hardware yang identik tidak selalu menjamin pengalaman pengguna yang sama persis. Mediatek Dimensity 9300 menjadi tulang punggung kedua raksasa ini, namun implementasinya memiliki nuansa berbeda.
Kedua ponsel mengandalkan chipset 4nm terbaru dari MediaTek. Prosesor ini terkenal dengan efisiensi daya dan performa gaming yang mumpuni.
Meski dasarnya sama, optimasi software dan konfigurasi memori bisa memberikan hasil akhir yang berlainan. Mari kita selami lebih dalam.
Chipset dan Memori: Kembar Tapi Tak Sama
Dimensity 9300 hadir dengan arsitektur All-Big-Core yang revolusioner. Konfigurasi ini menggabungkan core Cortex-X4 dan Cortex-A720 untuk performa maksimal.
GPU Immortalis-G720 memastikan grafis game tetap halus dan responsif. Dukungan ray tracing hardware membuat pengalaman gaming semakin imersif.
Di sisi memori, kedua flagship menawarkan pilihan yang cukup beragam. Kapasitas RAM dan penyimpanan internal menjadi faktor penentu kelancaran multitasking.
Konfigurasi memori yang berbeda bisa mempengaruhi kecepatan loading aplikasi. Penyimpanan tipe UFS 4.0 menjadi standar di kedua perangkat untuk transfer data super cepat.
Pengelolaan memori oleh sistem operasi juga berperan penting. Alokasi RAM yang efisien menentukan seberapa banyak aplikasi bisa berjalan bersamaan tanpa lag.
Dimensi dan Bobot: Mana yang Lebih Nyaman Digenggam?
Faktor fisik seringkali diabaikan padahal sangat mempengaruhi kenyamanan harian. Perbedaan 23 gram antara kedua ponsel cukup signifikan untuk dirasakan.
Perangkat pertama dengan bobot 202 gram terasa lebih ringan di tangan. Ini mengurangi kelelahan saat digunakan untuk waktu lama.
Sebaliknya, model kedua yang berbobot 225 gram memberikan kesan solid dan premium. Namun, bisa kurang nyaman saat disimpan di saku celana.
| Aspek | Model Ringan | Model Berat |
|---|---|---|
| Berat Total | 202 gram | 225 gram |
| Kesan di Tangan | Ringan dan mudah dibawa | Solid dan premium |
| Kenyamanan Saku | Lebih nyaman | Agak memberatkan |
| Penggunaan Satu Tangan | Lebih mudah | Memerlukan penyesuaian |
| Bahan Konstruksi | Kaca dan logam premium | Kaca dan logam premium |
| Layar Lengkung | Ada (mempengaruhi genggaman) | Ada (mempengaruhi genggaman) |
Desain layar lengkung pada keduanya mempengaruhi cara kita memegang. Pinggiran yang melengkung bisa menyebabkan sentuhan tidak sengaja.
Finishing bodi juga menentukan daya cengkeram. Tekstur permukaan yang tepat mencegah ponsel terlepas dari genggaman.
Bagi pengguna aktif, portabilitas menjadi pertimbangan utama. Ponsel yang lebih ringan lebih mudah dibawa selama perjalanan.
Sebagai perbandingan, flagship lain seperti Samsung Galaxy S24 Ultra berbobot 233 gram. iPhone 15 Pro Max memiliki bobot 221 gram.
Data ini menunjukkan bahwa kedua ponsel berada dalam range berat flagship modern. Pilihan tergantung preferensi pribadi.
Jika Anda mengutamakan keringanan dan kenyamanan, pilihan pertama lebih sesuai. Untuk yang menyukai feel premium yang padat, model kedua bisa jadi pilihan.
Gaya penggunaan harian juga perlu dipertimbangkan. Pengguna yang sering mobile akan lebih menghargai bobot yang ringan.
Uji coba langsung di toko sangat disarankan. Rasakan sendiri perbedaan genggaman sebelum memutuskan.
Desain, Ketahanan, dan Kualitas Build
Ketika memilih smartphone flagship, ketahanan fisik seringkali menjadi pertimbangan tersembunyi yang tak kalah penting. Material premium dan proteksi ekstra menentukan seberapa lama investasi Anda akan bertahan.
Dua kontestan ini menggunakan pendekatan berbeda dalam hal perlindungan. Mari kita selidiki mulai dari layar hingga ketahanan terhadap elemen.
Perlindungan Layar: Gorilla Glass Victus 2 vs Tanpa Merek
Layar adalah bagian paling rentan dari smartphone modern. Proteksi yang tepat bisa mencegah goresan dan retak yang mengganggu.
Salah satu flagship mengandalkan Gorilla Glass Victus 2 sebagai pelindung utama. Material ini terkenal dengan ketahanan goresan yang baik.
Victus 2 mampu bertahan dari jatuh dari ketinggian sekitar 1,5 meter. Ini memberikan perlindungan memadai untuk penggunaan sehari-hari.
Sebagai perbandingan, Gorilla Glass Victus 3 menawarkan peningkatan signifikan. Versi terbaru ini meningkatkan ketahanan goresan sekitar 25% dibanding pendahulunya.
Victus 3 juga lebih tahan benturan dengan kemampuan jatuh dari 2 meter. Transmisi cahayanya mencapai 95%, memberikan kejernihan visual optimal.
Ponsel rival memilih solusi pelindung layar tanpa merek ternama. Meski demikian, produsen mengklaim ketahanan yang setara dengan standar industri.
Tanpa sertifikasi resmi, sulit memverifikasi klaim ketahanan tersebut. Pengguna perlu lebih berhati-hati dalam penggunaan harian.
Untuk perlindungan ekstra, pertimbangkan menggunakan tempered glass berkualitas tinggi. Lapisan tambahan ini bisa menyelamatkan layar dari kerusakan fatal.
Rating Ketahanan Air: IP65 vs IP68, Mana Lebih Aman?
Rating IP (Ingress Protection) menjadi standar internasional untuk mengukur ketahanan perangkat. Angka pertama menunjukkan proteksi terhadap debu, sedangkan angka kedua untuk air.
Perbedaan antara IP65 dan IP68 cukup signifikan dalam praktiknya. Mari kita bahas implikasinya untuk gaya hidup Anda.
Smartphone dengan rating IP65 hanya tahan terhadap semprotan air. Perlindungan ini cocok untuk hujan ringan atau percikan tak sengaja.
Perangkat ini tidak dirancang untuk direndam dalam air. Paparan dalam waktu lama bisa merusak komponen internal.
Sebaliknya, perangkat dengan sertifikasi IP68 menawarkan proteksi lebih komprehensif. Ponsel ini bisa bertahan saat terendam air hingga kedalaman tertentu.
Berdasarkan data teknis, rating ini ideal untuk kondisi ekstrem. Penggunaan di kolam renang dangkal atau kehujanan lebat menjadi lebih aman.
Berikut perbandingan praktis kedua rating:
| Skenario Penggunaan | IP65 (Tahan Air) | IP68 (Kedap Air) |
|---|---|---|
| Kehujanan | Aman untuk hujan ringan | Aman untuk hujan deras |
| Tumpahan Cairan | Tahan percikan | Tahan rendaman singkat |
| Aktivitas Outdoor | Cukup untuk hiking | Ideal untuk camping/rafting |
| Penggunaan Kolam | Tidak disarankan | Aman di area dangkal |
| Pembersihan | Bisa dilap basah | Bisa dibilas air mengalir |
Perlu diingat, rating IP tidak mencakup kerusakan akibat air asin atau bertekanan tinggi. Air laut memiliki sifat korosif yang berbeda dengan air tawar.
Kerusakan akibat air biasanya tidak termasuk dalam cakupan garansi. Produsen tetap menyarankan menghindari paparan air berlebihan.
Untuk menjaga efektivitas segel proteksi, ikuti tips sederhana ini:
- Hindari menekan tombol saat ponsel basah
- Keringkan segera setelah terpapar air
- Jangan gunakan di sauna atau steam room
- Periksa kondisi casing secara berkala
- Simpan di tempat kering saat tidak digunakan
Pilihan antara kedua rating bergantung pada gaya hidup Anda. Pengguna aktif di luar ruangan akan lebih diuntungkan dengan proteksi IP68.
Untuk penggunaan perkotaan standar, IP65 sudah memadai. Pertimbangkan frekuensi paparan air dalam aktivitas harian.
Kedua perangkat ini menawarkan konstruksi premium dengan finishing berkualitas. Pilihan akhir kembali pada prioritas proteksi yang Anda butuhkan.
Layar: Pertarungan Kecerahan dan Teknologi
Interaksi harian kita dengan ponsel hampir seluruhnya bergantung pada kualitas panel yang menghadirkan informasi. Pengalaman menonton video, bermain game, atau sekadar membaca pesan ditentukan oleh kejernihan dan kecerahan layar.
Dua flagship ini membawa teknologi panel terkini dengan pendekatan berbeda. Mari kita selami detail teknis yang mempengaruhi pengalaman visual Anda.
Resolusi dan Kualitas Gambar
Kedua perangkat menawarkan resolusi tinggi dengan kerapatan piksel yang impresif. Detail gambar yang tajam menjadi standar di segmen premium ini.
Teknologi AMOLED memberikan kontras yang dalam dengan hitam pekat. Warna-warna tampak hidup dan jenuh, cocok untuk konten multimedia.
Dukungan refresh rate tinggi memastikan animasi yang halus. Transisi antar menu dan scrolling terasa sangat responsif.
Rasio aspek yang optimal memaksimalkan area tampilan. Desain bezel tipis menciptakan immersi visual yang lebih baik.
Kualitas panel ini sangat penting untuk editing foto. Akurasi warna menentukan seberapa tepat hasil editan Anda.
Kecerahan Puncak: 1600 nits vs 3000 nits
Perbedaan paling mencolok terletak pada kemampuan maksimum layar. Data teknis menunjukkan jarak yang cukup signifikan antara kedua model.
Perangkat pertama menawarkan kecerahan puncak 1600 nits. Angka ini sudah sangat memadai untuk penggunaan indoor dan outdoor biasa.
Namun, rivalnya melompat jauh lebih tinggi dengan 3000 nits. Perbedaan 1400 nits ini memberikan keunggulan besar di bawah sinar matahari.
Di negara tropis seperti Indonesia, kecerahan ekstra sangat berharga. Membaca pesan atau peta navigasi di siang hari bolong menjadi lebih mudah.
Konten HDR juga mendapatkan manfaat dari rentang dinamis yang lebih lebar. Highlight dalam video akan tampak lebih menyala dan detail.
Pencapaian 3000 nits ini termasuk yang tertinggi di pasaran. Kemungkinan besar menggunakan panel generasi terbaru dari Samsung.
Teknologi ini biasanya ditemukan pada varian vivo x100 dan flagship kelas atas lainnya.
Namun, kecerahan ekstrem memiliki konsekuensi pada daya tahan baterai. Untungnya, sistem operasi modern mengatur kecerahan secara adaptif.
Sensor cahaya sekitar akan menyesuaikan tingkat kecerahan otomatis. Ini menjaga keseimbangan antara visibilitas dan efisiensi energi.
Berikut tips mengoptimalkan pengaturan kecerahan:
- Aktifkan mode kecerahan otomatis untuk penggunaan sehari-hari
- Atur manual hanya ketika benar-benar diperlukan
- Gunakan tema gelap untuk mengurangi konsumsi daya
- Matikan kecerahan maksimal saat menggunakan indoor
- Manfaatkan filter blue light di malam hari
Bagi yang sering beraktivitas outdoor, keunggulan kecerahan tinggi jelas menentukan. Pengguna perkotaan dengan banyak waktu indoor mungkin tidak memerlukan ekstrem ini.
Pilihan akhir kembali pada pola penggunaan dan preferensi visual masing-masing. Kedua layar menawarkan pengalaman premium dengan karakter unik.
Performa dan Benchmark: Seberapa Kencang Keduanya?
Pengalaman pengguna sehari-hari tidak hanya tentang spesifikasi di atas kertas. Bagaimana hardware dioptimalkan oleh software menentukan kelancaran sesungguhnya.
Kedua flagship ini berbagi jantung yang sama: chipset Mediatek Dimensity terbaru. Namun, angka benchmark mengungkap cerita yang sedikit berbeda.
Benchmark seperti AnTuTu memberikan data objektif tentang kemampuan komputasi. Hasilnya membantu membandingkan performa dalam kondisi terkontrol.
Skor AnTuTu: Find X7 Unggul Tipis
Dalam pengujian menyeluruh, salah satu perangkat menunjukkan keunggulan kecil. Perbedaannya sekitar 5-8% dari total skor.
Angka ini berasal dari optimasi sistem yang lebih agresif. Alokasi sumber daya yang efisien membuat multitasking lebih lancar.
Namun, perbedaan ini mungkin tidak terasa dalam penggunaan biasa. Keduanya mampu menangani aplikasi berat dengan mulus.
Untuk tugas sehari-hari seperti media sosial atau browsing, keduanya sama cepat. Buka aplikasi dalam sekejap tanpa jeda.
Kinerja GPU dan Gaming
Bagian paling menarik ada di grafis. Kedua ponsel menggunakan GPU Mali G720 Immortalis MP12 yang identik.
GPU ini bagian dari platform dimensity 9300. Dirancang khusus untuk gaming berat dan rendering kompleks.
Dukungan Vulkan dan OpenGL ES terbaru memastikan kompatibilitas luas. Fitur ray tracing hardware menambah realisme visual game.
Dalam pengujian game populer, hasilnya konsisten. Genshin Impact berjalan lancar di pengaturan tinggi.
Call of Duty Mobile mencapai frame rate maksimal dengan stabil. PUBG Mobile juga memberikan pengalaman kompetitif yang mulus.
Dengan hardware yang sama, pembedanya adalah optimasi software. Mode gaming khusus meningkatkan responsivitas sentuhan.
Fitur network acceleration mengurangi lag online. Pengaturan pendinginan menjaga performa tetap konsisten.
Selama sesi gaming marathon, manajemen termal menjadi kunci. Salah satu model menunjukkan ketahanan lebih baik terhadap thermal throttling.
Ini berarti frame rate tetap stabil lebih lama. Tidak ada penurunan performa mendadak saat ponsel memanas.
Untuk gamer serius, berikut rekomendasi pengaturan optimal:
- Genshin Impact: High settings dengan shadow quality medium
- Call of Duty Mobile: Max frame rate dengan graphics high
- PUBG Mobile: HDR graphics dengan extreme frame rate
- Honkai: Star Rail: High settings dengan motion blur off
Kedua perangkat ini adalah mesin gaming yang tangguh. Pilihan tergantung pada preferensi terhadap kestabilan jangka panjang.
Bagi yang sering gaming berjam-jam, model dengan pendinginan lebih baik lebih direkomendasikan. Pengguna casual akan puas dengan keduanya.
Pertarungan Inti: Sistem Kamera Belakang

Multi-lensa bukan sekadar jumlah, melainkan kolaborasi pintar antara hardware optik dan kecerdasan komputasional. Setiap elemen dalam sistem ini dirancang untuk skenario spesifik.
Konfigurasi triple camera menjadi standar baru di segmen flagship. Masing-masing lensa membawa keunggulan berbeda.
Kamera Utama: 64MP vs 50MP, Mana Lebih Detail?
Resolusi tinggi sering dianggap jaminan detail tajam. Namun, ukuran sensor dan teknologi pengolahan gambar lebih menentukan.
Perangkat pertama mengusung sensor 64MP dengan pixel binning ke 16MP. Teknik ini menggabungkan informasi dari beberapa piksel sekaligus.
Hasilnya adalah foto dengan dynamic range lebih lebar. Noise pada kondisi cahaya rendah juga berkurang signifikan.
Rivalnya memilih pendekatan berbeda dengan sensor 50MP. Meski angka megapiksel lebih rendah, luas sensor seringkali lebih besar.
Sensor besar menangkap lebih banyak cahaya per piksel. Ini sangat menguntungkan untuk fotografi dalam kondisi gelap.
Berdasarkan data pengujian, kedua pendekatan menghasilkan detail yang sangat baik. Perbedaannya terletak pada karakter warna dan tekstur.
Kamera Telefoto: Zoom Optik dan Kualitas
Lensa telefoto membuka kemungkinan komposisi kreatif dari jarak jauh. Kemampuan zoom optik menjaga kualitas tetap prima.
Salah satu model menawarkan zoom optik 3x sebagai standar. Jarak ini ideal untuk potret dengan kompresi latar belakang alami.
Perangkat lain mungkin menyertakan telefoto periskop dengan zoom lebih jauh. Varian Pro biasanya memiliki kemampuan hingga 4.3x atau lebih.
Kualitas gambar tetap terjaga berkat stabilisasi optik terintegrasi. Fitur ini mengurangi getaran tangan saat menggunakan zoom tinggi.
Kamera Ultra-Wide dan Lensa Pendukung
Lensa sudut lebar mengubah cara kita melihat dunia sekeliling. Field of view yang luas cocok untuk pemandangan alam dan arsitektur.
Kedua flagship menggunakan sensor 50MP untuk lensa ini. Aperture yang lebih kecil menjadi tantangan tersendiri.
Distorsi barrel sering muncul di tepi frame. Koreksi software yang cerdas memperbaiki garis lengkung menjadi lurus kembali.
Dalam kondisi cahaya minim, kualitas memang cenderung turun. Tapi algoritma night mode multi-lensa membantu mengatasi keterbatasan ini.
| Jenis Lensa | Spesifikasi Umum | Skenario Terbaik | Tips Penggunaan |
|---|---|---|---|
| Ultra-Wide | 50MP, f/2.2, 119° | Landscape, arsitektur, grup foto | Jaga horizon lurus, hindari subjek di tepi frame |
| Telefoto | Zoom optik 3x-4.3x | Potret, wildlife, detail arsitektur | Gunakan tripod untuk zoom maksimal, manfaatkan OIS |
| Lensa Pendukung | Makro/Depth Sensor | Foto detail kecil, efek bokeh | Untuk makro, pertahankan jarak fokus optimal |
Lensa ketiga biasanya berfungsi sebagai sensor kedalaman atau makro. Keduanya meningkatkan kemampuan computational photography.
Efek bokeh menjadi lebih natural dengan informasi depth map. Mode malam menggunakan data dari semua lensa untuk hasil terbaik.
Perekaman video juga mendapat manfaat dari sistem multi-lensa. Transisi antar lensa saat recording berjalan mulus.
Switching dari ultra-wide ke telefoto memberi variasi komposisi dinamis. Stabilisasi elektronik menjaga frame tetap steady.
Berikut panduan memaksimalkan setiap lensa:
- Ultra-wide: Gunakan untuk menangkap skala besar, tekankan foreground untuk depth
- Telefoto: Kompresi visual untuk potret, isolasi subjek dari background ramai
- Makro: Eksplorasi tekstur detail, cahaya alami memberikan hasil terbaik
- Mode Malam: Aktifkan secara manual di kondisi gelap, gunakan dudukan untuk exposure panjang
Setiap lensa dalam sistem ini memberikan nilai tambah unik. Pemahaman fungsi masing-masing meningkatkan kreativitas fotografi Anda.
Teknologi Stabilisasi dan Fitur Kamera Khusus
Stabilisasi gambar dan teknologi fokus canggih sering menjadi pembeda halus antara foto biasa dan luar biasa. Fitur-fitur ini bekerja di belakang layar untuk memastikan setiap momen tertangkap dengan sempurna, bahkan dalam situasi sulit.
Dua flagship ini mengadopsi pendekatan berbeda dalam hal dukungan teknis kamera. Mari kita lihat mana yang memberikan solusi lebih komprehensif untuk fotografi sehari-hari.
OIS (Optical Image Stabilization): Siapa yang Lebih Stabil?
Stabilisasi Optik bekerja secara mekanis di dalam lensa untuk mengcounter guncangan tangan. Hasilnya, foto lebih tajam dan video lebih smooth tanpa bergantung sepenuhnya pada software.
Berdasarkan data pengujian, kedua ponsel menerapkan OIS pada kamera utama mereka. Namun, implementasi dan efektivitasnya bisa bervariasi tergantung tuning pabrik.
Dalam kondisi cahaya rendah, kehadiran OIS menjadi sangat kritis. Shutter speed yang lebih lama bisa digunakan tanpa risiko blur akibat getaran.
Untuk pengambilan video, perbedaan mungkin lebih terasa. Stabilisasi yang baik mengurangi efek jelly atau goyangan yang mengganggu, terutama saat berjalan.
Flash dan Autofocus: Keunggulan Cahaya dan Fokus
Salah satu model membawa keunggulan signifikan dalam hal pencahayaan buatan dan kecepatan fokus. Fitur ini khususnya berharga untuk pemotretan dalam ruangan atau malam hari.
Flash LED Dual-Tone menggabungkan dua diode dengan temperatur warna berbeda. Kombinasi cahaya hangat dan dingin ini menghasilkan iluminasi yang lebih alami pada subjek.
Kulit manusia tidak akan terlihat pucat atau kekuningan tidak wajar. White balance otomatis kamera juga lebih mudah dikalibrasi dengan sumber cahaya campuran ini.
Di sisi lain, perangkat dengan flash single-tone mungkin menghasilkan corak warna yang sedikit tidak natural. Ini sering terjadi saat memotret orang di acara dalam ruangan yang gelap.
Keunggulan lain terletak pada Laser Autofocus. Sistem ini memancarkan sinar laser tak terlihat untuk mengukur jarak tepat ke objek.
Sensor khusus kemudian menerima pantulan sinar tersebut. Informasi jarak ini memungkinkan lensa langsung fokus tanpa perlu “mencari” kontras terlebih dahulu.
Dalam cahaya sangat redup, di mana sistem fokus kontras tradisional biasanya gagal, laser AF tetap bekerja dengan akurat. Perbedaan antara foto fokus dan blur bisa ditentukan oleh fitur ini.
Kombinasi flash dual-tone dan laser autofocus membuat perangkat seperti vivo x100 sangat tangguh untuk skenario low-light. Bayangkan memotret di pesta ulang tahun dengan pencahayaan temaram, atau menangkap ekspresi di konser.
Fokus akan terkunci cepat pada subjek, dan cahaya flash akan terlihat lebih menyatu dengan ambient light. Bagi yang sering memotret dalam kondisi cahaya kompleks, fitur ini bukan sekadar tambahan, melainkan kebutuhan.
Kamera Depan dan Kualitas Video
Selfie dan video call bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan bagian esensial dari komunikasi modern. Bagi kreator konten dan profesional, kamera depan yang andal menjadi kebutuhan pokok.
Kamera ini menangkap momen spontan dan memfasilitasi percakapan visual. Kualitasnya langsung mempengaruhi kesan yang kita berikan.
Meski data resmi tidak selalu mengungkap detail lengkap, pola umum bisa dianalisis. Flagship biasanya membekali kamera depan dengan resolusi 32MP atau 50MP.
Sensor yang lebih besar menangkap detail lebih halus pada wajah. Pemrosesan cerdas menghasilkan kulit yang terlihat natural tanpa efek plastik berlebihan.
Kualitas video dari kamera depan sangat penting untuk vlog dan konferensi. Field of view yang lebar memungkinkan lebih banyak orang masuk frame.
Kemampuan low-light menentukan hasil di dalam ruangan minim cahaya. Algoritma noise reduction bekerja keras menjaga kualitas tetap terjaga.
Untuk perekaman video kamera belakang, standar tinggi sudah menjadi keharusan. Kedua perangkat mendukung resolusi 2160p (4K) pada 60 frame per detik.
Frame rate ini menghasilkan rekaman yang sangat halus dan detail. Cocok untuk konten profesional atau kenangan keluarga yang ingin diabadikan dengan sempurna.
Varian Pro dari salah satu brand melangkah lebih jauh dengan dukungan 8K. Resolusi 4320p memberikan detail ekstra yang sangat berharga untuk editing.
Anda bisa melakukan cropping tanpa kehilangan kualitas signifikan. Fitur ini juga bersifat future-proof untuk standar display masa depan.
Perangkat pertama membawa keunggulan dalam hal dynamic range. Dukungan HDR10 dan Dolby Vision recording menjadi pembeda penting.
Video yang direkam memiliki rentang cahaya lebih lebar dari highlight ke shadow. Hasilnya tampak lebih hidup dan cinematic saat diputar di layar HDR.
Berdasarkan data teknis, teknologi ini mengoptimalkan setiap frame. Warna dan kontras disesuaikan secara real-time selama perekaman.
Model kedua menyertakan lampu video yang praktis. Sumber cahaya tambahan ini membantu saat kondisi pencahayaan kurang ideal.
Anda tidak perlu membawa aksesori eksternal untuk shooting dalam gelap. Lampu ini memberikan iluminasi yang cukup untuk subjek utama.
Fitur khusus lainnya juga patut diperhatikan. Slow-motion dan time-lapse membuka kreativitas dalam bercerita secara visual.
Mode cinematic menambahkan depth of field yang artistik. Transisi fokus yang smooth meniru gaya film profesional.
| Fitur Video | Manfaat Utama | Skenario Penggunaan |
|---|---|---|
| 4K 60fps | Kelancaran maksimal, detail tajam | Vlog perjalanan, dokumentasi event |
| Rekaman HDR | Dynamic range lebar, warna hidup | Landscape, sunset, konten cinematic |
| Lampu Video | Iluminasi tambahan instan | Acara malam, indoor low-light |
| Stabilisasi Hybrid | Footage steady tanpa gimbal | Recording sambil berjalan, aktivitas outdoor |
Stabilisasi menjadi kunci untuk footage yang smooth. Kombinasi EIS (Electronic) dan OIS (Optical) bekerja sama menetralisir guncangan.
Hasilnya, rekaman terlihat profesional meski diambil tanpa alat bantu. Berjalan sambil merekam tidak lagi menghasilkan video yang bergoyang-goyang.
Bagi content creator, pertimbangan ini sangat krusial. Kemampuan video yang komprehensif mendukung berbagai jenis proyek kreatif.
Dari video pendek media sosial hingga konten YouTube yang lebih panjang. Setiap fitur memberikan nilai tambah untuk storytelling visual Anda.
Baterai dan Teknologi Charging: Daya Tahan vs Kecepatan
Perdebatan antara daya tahan baterai dan kecepatan pengisian mencerminkan dua kebutuhan berbeda pengguna smartphone modern. Ada yang mengutamakan ketahanan seharian penuh, sementara lainnya lebih menghargai kemampuan top-up kilat di sela kesibukan.
Dua flagship ini hadir dengan solusi menarik untuk kedua kebutuhan tersebut. Mari kita telusuri bagaimana mereka menyeimbangkan kapasitas besar dengan teknologi pengisian mutakhir.
Kapasitas Baterai: 5000 mAh yang Setara
Kedua perangkat mengusung baterai berkapasitas identik 5000 mAh. Angka ini menjadi standar baru untuk smartphone premium yang menuntut ketahanan tinggi.
Dengan chipset efisien dan optimasi software, baterai sebesar ini bisa bertahan seharian penuh. Penggunaan normal seperti browsing, media sosial, dan streaming video akan aman terkendali.
Untuk pengguna berat, kapasitas ini memberikan ruang bernapas lebih lega. Gaming sesekali atau pemotretan intensif tidak akan langsung menguras daya hingga habis.
Manajemen daya cerdas berperan penting memaksimalkan usia pakai. Sistem operasi belajar pola penggunaan dan mengalokasikan sumber daya secara optimal.
Mode penghemat baterai bisa memperpanjang waktu standby saat diperlukan. Fitur ini berguna ketika Anda sedang dalam perjalanan jauh tanpa akses charger.
Charging: 100W vs 120W, Wireless untuk Vivo?
Di sinilah perbedaan mencolok mulai terlihat. Meski sama-sama super cepat, ada selisih 20W dalam kecepatan maksimal pengisian kabel.
Perangkat pertama mendukung teknologi charging 100W yang sudah sangat impresif. Dengan daya sebesar ini, baterai bisa terisi dari kosong ke penuh dalam waktu singkat.
Rivalnya melangkah lebih jauh dengan dukungan 120W. Perbedaan 20W ini bisa terasa dalam hitungan menit, terutama saat Anda terburu-buru.
Berdasarkan estimasi, ponsel dengan 120W mungkin mencapai 50% kapasitas dalam 15 menit. Pengisian penuh diperkirakan selesai sekitar 25 menit saja.
Sedangkan model 100W mungkin membutuhkan beberapa menit tambahan. Namun keduanya tetap masuk kategori super fast charging yang mengubah kebiasaan.
Keunggulan lain datang dari varian vivo x100 pro. Model pro ini menawarkan wireless charging yang tidak tersedia di versi standar maupun pesaingnya.
Pengisian nirkabel memberikan kenyamanan ekstra di berbagai situasi. Meja kerja, meja samping tempat tidur, atau mobil menjadi titik charging praktis tanpa repot kabel.
Fleksibilitas x100 pro dalam hal pengisian daya sangat mengesankan. Kombinasi fast charging kabel dan wireless charging menutupi semua skenario penggunaan.
Berikut perbandingan praktis teknologi pengisian:
| Aspek | Teknologi 100W | Teknologi 120W | Wireless Charging |
|---|---|---|---|
| Estimasi 0-50% | ~18-20 menit | ~15 menit | ~30-40 menit |
| Estimasi 0-100% | ~28-30 menit | ~25 menit | ~60-70 menit |
| Kenyamanan | Sangat cepat | Ekstra cepat | Praktis tanpa kabel |
| Skenario Ideal | Top-up pagi hari | Emergency charging | Charging di meja kerja |
| Charger Inklusif | ✔ Termasuk dalam kotak | ✔ Termasuk dalam kotak | ✖ Beli terpisah |
Kabar baiknya, kedua flagship menyertakan charger di dalam kotak pembelian. Praktik yang semakin langka di segmen premium ini menghemat biaya tambahan.
Anda tidak perlu membeli adaptor terpisah yang harganya bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Charger bawaan sudah dioptimalkan khusus untuk teknologi pengisian masing-masing.
Teknologi charging proprietary juga menjaga kesehatan baterai jangka panjang. Sistem proteksi cerdas mencegah overcharging dan overheating selama pengisian.
VOOC Flash Charge dan FlashCharge masing-masing memiliki mekanisme pengamanan. Mereka mengatur arus dan voltase secara dinamis berdasarkan kondisi baterai.
Bagi yang sering lupa mengisi daya semalaman, fast charging menjadi penyelamat. Cukup colokkan saat mandi pagi, dan ponsel sudah siap digunakan seharian.
Varian find pro mungkin memiliki pertimbangan berbeda dalam hal pengisian daya. Setiap pilihan menawarkan trade-off antara kecepatan dan kenyamanan.
Pertimbangan akhir kembali pada gaya hidup dan prioritas Anda. Apakah kecepatan ekstrem lebih penting, atau fleksibilitas wireless charging yang lebih Anda butuhkan?
Audio, Konektivitas, dan Fitur Tambahan

Pengalaman multimedia yang lengkap pada smartphone modern tidak hanya bergantung pada layar yang tajam, tetapi juga pada kemampuan audio dan jaringan yang mumpuni. Kedua flagship ini memahami hal itu dengan menyertakan teknologi terkini di balik bodi elegan mereka.
Dari speaker stereo hingga protokol jaringan generasi terbaru, setiap detail dirancang untuk memenuhi tuntutan pengguna masa kini. Mari kita eksplorasi bagaimana mereka menghadirkan ekosistem yang solid.
Kualitas Suara dan Codec Bluetooth
Speaker stereo ganda sudah menjadi standar di segmen premium. Konfigurasi ini memberikan soundstage yang lebih lebar dan pengalaman mendengarkan yang imersif.
Baik untuk menonton film maupun mendengarkan musik, suara terasa lebih hidup. Bass yang dalam dan treble yang jernih saling melengkapi dengan baik.
Sayangnya, jack audio 3.5mm sudah tidak disertakan. Pengguna harus mengandalkan konektivitas nirkabel atau adapter USB-C.
Di sinilah dukungan codec Bluetooth mutakhir berperan penting. Setiap produsen memilih kombinasi codec yang sedikit berbeda untuk optimasi terbaik.
Berdasarkan data teknis dari berbagai sumber, berikut perbandingan dukungan codec audio:
| Jenis Codec | Dukungan Model A | Dukungan Model B | Manfaat Utama |
|---|---|---|---|
| LDAC | ✔ Tersedia | ✔ Tersedia | Kualitas high-res dari Sony, bitrate hingga 990 kbps |
| aptX HD | ✔ Tersedia | ✔ Tersedia | Audio 24-bit, cocok untuk headphone Qualcomm |
| aptX Adaptive | ✖ Tidak tersedia | ✖ Tidak tersedia | Bitrate dinamis berdasarkan kondisi jaringan |
| aptX Lossless | ✖ Tidak tersedia | ✖ Tidak tersedia | Audio nirkabel benar-benar lossless |
Bluetooth 5.4 membawa fitur LE Audio yang revolusioner. Teknologi ini menawarkan kualitas suara lebih baik dengan konsumsi daya lebih rendah.
Untuk pengguna yang serius dengan audio, dukungan LDAC dan aptX HD sudah sangat memadai. Anda bisa menikmati musik high-resolution tanpa hambatan.
Konektivitas Terkini: Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4
Jaringan nirkabel generasi terbaru hadir di kedua perangkat. Wi-Fi 7 (802.11be) menjadi standar baru yang menjanjikan pengalaman lebih cepat dan stabil.
Dibandingkan pendahulunya, teknologi ini menawarkan peningkatan signifikan. Kecepatan transfer lebih tinggi dan latency lebih rendah menjadi keunggulan utama.
Ini sangat penting untuk gaming cloud dan transfer file berukuran besar. Streaming video 8K pun akan berjalan lancar tanpa buffering.
Salah satu model menambahkan dukungan Wi-Fi 6E sebagai opsi tambahan. Band 6GHz yang digunakan mengurangi interferensi di area padat jaringan.
Berdasarkan data spesifikasi, kedua ponsel sudah sangat future-proof. Mereka siap menghadapi evolusi jaringan dalam beberapa tahun ke depan.
Untuk koneksi seluler, dukungan 5G dengan band luas memastikan kompatibilitas optimal. Operator besar di Indonesia seperti Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata akan bekerja dengan baik.
Kemampuan dual-SIM memberikan fleksibilitas menggunakan dua kartu sekaligus. Beberapa varian juga mendukung eSIM untuk kemudahan aktivasi digital.
Fitur konektivitas penting lainnya juga hadir lengkap:
- NFC untuk pembayaran contactless dan pairing perangkat
- USB Type-C untuk charging dan transfer data
- GPS multi-constellation untuk navigasi akurat
- Mode Desktop untuk produktivitas dengan monitor eksternal
Port USB-C pada keduanya mendukung transfer data cepat. Varian Pro dari salah satu brand mungkin menawarkan USB 3.2 dengan kecepatan lebih tinggi.
Untuk melihat perbandingan teknis lebih detail, Anda bisa mengunjungi analisis mendalam di Versus.com. Situs tersebut menyajikan data komparatif yang lengkap.
Dengan paket konektivitas yang komprehensif ini, kedua flagship siap mendukung berbagai aktivitas digital. Baik untuk kerja, hiburan, maupun komunikasi, semua berjalan optimal.
Software: Android 14 dengan Lapisan Kustomisasi Masing-Masing
Android 14 menjadi fondasi yang sama, namun lapisan kustomisasi di atasnya memberikan kepribadian unik untuk setiap ponsel. Pengalaman software sering menentukan seberapa nyaman Anda berinteraksi dengan perangkat sehari-hari.
Kedua flagship ini menjalankan sistem operasi terbaru dari Google. Fitur privasi dan keamanan modern sudah terintegrasi dengan baik di dalamnya.
Skin custom memainkan peran besar dalam membedakan karakter. ColorOS 14 hadir dengan filosofi estetika bersih dan fokus pada produktivitas.
Di sisi lain, Funtouch OS 14 atau OriginOS lebih mengutamakan customisasi mendalam. Antarmuka ini dirancang untuk mendukung kemampuan imaging yang kuat.
Kedua interface menawarkan kustomisasi tema yang sangat luas. Anda bisa mengubah tampilan sesuai kepribadian dan preferensi visual.
Fitur Privasi dan Keamanan
Android 14 membawa perlindungan privasi yang lebih ketat. Kedua ponsel mengimplementasikan fitur-fitur ini dengan konsisten.
Sistem peringatan clipboard memberi tahu saat aplikasi mengakses teks yang disalin. Opsi privasi lokasi memungkinkan kontrol granular atas akses geolokasi.
Kontrol akses kamera dan mikrofon real-time memberikan transparansi penuh. Anda tahu persis kapan aplikasi menggunakan perangkat input tersebut.
Fitur blokir pelacakan aplikasi mencegah pengumpulan data tanpa izin. Perlindungan ini sangat berharga di era digital yang semakin kompleks.
| Fitur Privasi | Manfaat Utama | Cara Mengakses |
|---|---|---|
| Peringatan Clipboard | Mencegah kebocoran informasi sensitif | Notifikasi otomatis saat terdeteksi |
| Kontrol Akses Lokasi | Hanya berbagi lokasi saat diperlukan | Pengaturan per-aplikasi |
| Indikator Kamera/Mikrofon | Transparansi penggunaan perangkat | Ikon status bar |
| Blokir Pelacakan | Privasi browsing lebih baik | Pengaturan sistem |
Machine Learning On-Device
Kecerdasan buatan yang berjalan langsung di perangkat menjadi keunggulan utama. Proses ini tidak memerlukan koneksi internet atau pengiriman data ke cloud.
Machine learning meningkatkan pengalaman fotografi melalui scene recognition otomatis. Sistem mengenali objek dan kondisi cahaya untuk pengaturan optimal.
Efisiensi sistem juga dioptimalkan oleh algoritma cerdas. Alokasi sumber daya disesuaikan dengan pola penggunaan masing-masing pengguna.
Pemrosesan bahasa alami untuk asisten suara menjadi lebih responsif. Perintah dijalankan dengan cepat tanpa latency yang mengganggu.
Kebijakan Update dan Dukungan
Dukungan software jangka panjang menjadi pertimbangan penting. Investasi di flagship seharusnya dilindungi dengan update berkala.
Berdasarkan komitmen produsen, kedua ponsel menjanjikan update Android utama selama beberapa tahun. Security patch juga akan diterima secara rutin.
Periode dukungan yang lebih panjang memberikan ketenangan pikiran. Ponsel tetap aman dan mendapatkan fitur baru dalam jangka waktu yang wajar.
Brand pertama biasanya memberikan 3 tahun update Android dan 4 tahun security patch. Rivalnya memiliki kebijakan serupa dengan komitmen yang sebanding.
Fitur Eksklusif dan Bloatware
Setiap skin custom membawa keunikan tersendiri. Fitur eksklusif sering menjadi pembeda yang signifikan.
Antarmuka ColorOS 14 menawarkan tool produktivitas seperti Smart Sidebar. Fitur ini memberikan akses cepat ke aplikasi dan alat yang sering digunakan.
Mode gaming dengan optimasi performa juga hadir lengkap. Pengaturan untuk mengurangi gangguan selama bermain game.
Funtouch OS berfokus pada enhancement fotografi. Mode profesional dengan kontrol manual yang lebih detail.
Fitur editing foto langsung di galeri dengan alat yang lengkap. Template kreatif untuk konten media sosial.
Mengenai bloatware, kedua sistem memiliki aplikasi pre-installed. Beberapa berguna seperti tool file manager atau pemindai dokumen.
Aplikasi pihak ketiga yang tidak perlu bisa di-uninstall dengan mudah. Pengalaman software tetap relatif bersih dan tidak terlalu berat.
- Fitur Produktivitas: Split-screen, floating windows, gesture pintar
- Enhancement Gaming: Mode esports, blocking notifikasi, monitoring performa
- Tool Fotografi: Editor built-in, watermark custom, album terorganisir
- Kustomisasi Visual: Icon packs, font, warna sistem, always-on display
Pilihan antara kedua sistem operasi ini sangat subjektif. Bergantung pada preferensi pribadi dan kebutuhan spesifik Anda.
Jika Anda mengutamakan antarmuka bersih dengan fokus produktivitas, ColorOS 14 mungkin lebih cocok. Untuk pengguna yang ingin kontrol penuh atas customisasi dan fitur imaging, Funtouch OS layak dipertimbangkan.
Kedua skin custom telah matang dan menawarkan pengalaman yang mulus. Uji coba langsung di toko bisa membantu menentukan mana yang terasa lebih natural bagi Anda.
Harga dan Nilai Tukar: Mana yang Menawarkan Lebih?
Di balik spesifikasi mengagumkan, pertanyaan akhir bagi konsumen adalah: seberapa besar nilai yang ditawarkan per rupiah?
Harga resmi di Indonesia untuk varian storage setara menjadi patokan utama. Namun, nilai sebenarnya terletak pada fitur yang Anda dapatkan.
Berdasarkan data internasional, vivo x100 pro menunjukkan rentang harga yang luas. Harganya berkisar antara $930 hingga $1,832 tergantung region dan spesifikasi.
Varian x100 pro ini menawarkan kelebihan seperti wireless charging dan baterai 5400 mAh. Ini menjadi pertimbangan ekstra dibanding model standar.
Harga untuk seri Find X7 perlu dikonfirmasi lebih lanjut. Biasanya, posisinya setara dengan varian standar dari rivalnya.
Analisis nilai tukar melihat fitur per rupiah. Mana yang memberi lebih banyak untuk anggaran Anda?
Bagi penggemar fotografi, keunggulan stabilisasi optik dan megapiksel tinggi mungkin lebih bernilai. Untuk lainnya, kecerahan layar ekstrem dan flash dual-tone bisa jadi prioritas.
Ketahanan air IP68 juga mempengaruhi pertimbangan harga. Fitur ini sepadan dengan biaya tambahan bagi pengguna aktif.
Pasar flagship saat ini sangat ramai. Penting membandingkan dengan kompetitor lain di segmen serupa.
Ponsel seperti Galaxy S24 atau iPhone Pro menawarkan ekosistem yang mapan. Flagship dengan chipset Snapdragon 8 Gen 3 juga menjadi pesaing ketat.
Perbandingan ini membantu Anda melihat lanskap harga secara keseluruhan. Bukan hanya antara dua model ini.
| Varian & Estimasi Harga | Fitur Kunci yang Didapat | Nilai Tukar Terbaik Untuk | |
|---|---|---|---|
| Vivo X100 (Standar) | ~ Rp 15-18 juta | Layar 3000 nits, IP68, flash laser AF, chipset Dimensity 9300 | Pengguna aktif outdoor yang butuh layar super terang dan ketahanan air maksimal. |
| Vivo X100 Pro | ~ Rp 18-22 juta+ | Semua fitur standar + wireless charging, baterai 5400 mAh, kamera telefoto lebih panjang. | Power user yang menginginkan kelengkapan fitur tanpa kompromi dan kebebasan charging nirkabel. |
| Find X7 (Standar) | ~ Rp 15-18 juta (estimasi) | Sistem kamera dengan OIS agresif, desain ergonomis, fast charging 100W. | Pecinta fotografi yang mengutamakan stabilisasi dan detail gambar dalam berbagai kondisi. |
| Find X7 Pro / Find Ultra | ~ Rp 20 juta+ (jika tersedia) | Spesifikasi kamera lebih tinggi, kemungkinan material premium tambahan, oppo find ultra sebagai alternatif top-tier. | Kolektor dan profesional yang menginginkan performa imaging absolut tanpa mempertimbangkan anggaran. |
Pertimbangan varian find pro atau find ultra juga penting. Varian ini biasanya hadir dengan harga lebih tinggi untuk fitur khusus.
Rekomendasi berdasarkan anggaran bisa dibuat dengan jelas. Untuk budget terbatas, fokuslah pada fitur esensial yang paling sering Anda gunakan.
Apakah upgrade ke varian x100 pro atau oppo find ultra worth it? Jawabannya tergantung kebutuhan spesifik.
Jika wireless charging dan ketahanan baterai ekstra adalah kebutuhan harian, upgrade sangat masuk akal. Jika tidak, varian standar sudah sangat mumpuni.
Pilihan akhir kembali pada prioritas pribadi dan anggaran. Petakan fitur yang paling bernilai bagi gaya hidup digital Anda.
Kesimpulan: OPPO Find X7 atau Vivo X100, Pilihan Terbaik untuk Anda?
Memilih smartphone flagship seringkali tentang menemukan keseimbangan sempurna antara teknologi dan kebutuhan pribadi. Kedua ponsel ini menunjukkan keunggulan di area berbeda.
Untuk fotografi natural dan performa tangguh, seri Find unggul dengan stabilisasi optik dan daya tahan baterai. Chipset Mediatek Dimensity dioptimalkan dengan baik untuk gaming marathon.
Pengguna aktif outdoor lebih cocok dengan rivalnya. Kecerahan layar ekstrem dan ketahanan air IP68 menjadi keunggulan utama. Fitur flash dual-tone juga membantu di kondisi cahaya minim.
Pertimbangkan varian find pro atau x100 pro jika menginginkan fitur premium. Varian seperti oppo find ultra menawarkan spesifikasi lebih tinggi untuk pengalaman maksimal.
Dalam lanskap pasar, keduanya bersaing ketat dengan flagship Snapdragon Gen 3 dan seri Galaxy S24. Bandingkan juga dengan iPhone Pro untuk ekosistem berbeda.
Kedua ponsel ini adalah pilihan excellent. Cobalah langsung di store untuk merasakan perbedaan genggaman dan antarmuka. Pilihan terbaik selalu yang paling sesuai dengan gaya hidup Anda.
➡️ Baca Juga: Perkembangan Teknologi Hijau: Mobil Listrik Pertama Buatan Indonesia
➡️ Baca Juga: Dilema Gibran: Terlalu Maju Salah, Tenggelam Apalagi?




